Latest Post
Showing posts with label Alam. Show all posts
Showing posts with label Alam. Show all posts
6.2.15
Sst. . ! Bakal Ada Tempat Wisata Baru di Gunung Papandayan
GARUT KOTA - Kawasan wisata alam baru di Gunung Papandayan segera dibangun dalam waktu dekat. Pengembangan pusat wisata alam baru ini melibatkan Perhutani, BKSDA, dan Pemerintah Kabupaten Garut.
Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan selama ini jumlah pengunjung dan pendaki ke Gunung Papandayan cukup tinggi. Angkanya meningkat drastis setelah jalan menuju kawasan puncak gunungnya diperbaiki tahun lalu.
"Papandayan sudah menjadi ikon wisata Garut. Kami kembangkan seiring dengan adanya investor. Kami akan arahkan pengembangan kawasan wisatanya sesuai peraturan," kata Bupati di Kantor Perhutani Garut, Kamis (5/2/2015).
2.12.14
Stt! Ada Bunga Bangkai di Garut
Karangpawitan, Warga di Kampung Biru, Desa Situsari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut digegerkan dengan temuan bunga bangkai (Rafflesia).
Bunga langka itu pertamakali ditemukan Ikin (85) saat dirinya tengah mencari rumput di belakang rumahnya, Senin (1/12/2014). Ikin mengetahui bunga tersebut karena baunya yang menyengat.
“Bunganya sudah lumayan tinggi, mungkin sekitar 10 meter dengan diameter kira-kira 15 cm,” kata Ikin.
Menurut keterangan Moch Adjie cucu Ikin, dari bentuknya, bunga bangkai tersebut jenis Rafflesia Arnoldi. Selain merupakan tumbuhan parasit obligat, bunga itu pun tumbuh di dalam batang liana (merambat) dari genusTetrastigma yang tidak mampu ber-fotosintesis sendiri.
“ Di sekeliling areal tumbuhnya bunga bangkai saya pagar agar terjaga hingga tumbuh besar,” kata Adjie.
6.9.13

Garut Juga Punya Negeri di Atas Awan
detikTravel Community -
Istilah Negeri di Atas Awan biasanya identik dengan Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah. Ternyata, Garut di Jawa Barat juga punya, tepatnya di Gunung Cikuray. Yuk, ke sana!
Inilah cerita tentang sebuah perjalanan menuju puncak Gunung cikuray yang terletak di Garut, Kecamatan Bayombong, Cikajang, dan Cilawu. Sebuah perjalanan panjang untuk menjemput keindahan yang terdapat di puncak. Sebuah keindahan puncak gunung tidak bisa diganti dengan berlimpah uang atau harta.
Inilah cerita tentang sebuah perjalanan menuju puncak Gunung cikuray yang terletak di Garut, Kecamatan Bayombong, Cikajang, dan Cilawu. Sebuah perjalanan panjang untuk menjemput keindahan yang terdapat di puncak. Sebuah keindahan puncak gunung tidak bisa diganti dengan berlimpah uang atau harta.
Label:
Alam
7.3.13
Kawasan Puncak Darajat Akan Ditata
GARUT, TRIBUN - Perkembangan pembangunan pariwisata dan ekonomi di kawasan Puncak Darajat, Kecamatan Pasirwangi, sangat pesat. Karenanya, Pemerintah Kabupaten Garut akan melakukan perencanaan dan penataan kawasan Puncak Darajat pada 2014.
Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Iman Alirahman, mengatakan pesatnya pembangunan di Puncak Darajat tidak diimbangi dengan pengembangan infrastruktur. Karenanya, lalu lintas di jalan utama kawasan wisata unggulan Garut ini sering mengalami kemacetan.
Iman mengatakan kawasan Puncak Darajat merupakan kawasan lindung, sesuai dengan kondisi geografisnya yang berbukit di dataran tinggi. Dengan demikian, pembangunan di tempat tersebut harus memenuhi syarat konservasi alam atau ramah lingkungan.
"81,83 persen dari sekitar 307 ribu hektare luas Kabupaten Garut adalah kawasan lindung. Cuma 18,17 persen yang digunakan untuk meluaskan ekonomi masyarakat Garut yang sekarang berjumlah 2,4 juta orang. Ini tidak rasional," kata Iman saat ditemui di Kantor Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Sabtu (2/3).
Dengan demikian, ucapnya, pembangunan dapat dilakukan di kawasan lindung untuk mengembangkan perekonomian warga. Kawasan lindung, ucapnya, bukan berarti tidak boleh dibangun untuk memajukan ekonomi warga. Tentunya, pembangunan harus dilakukan dengan memerhatikan kondisi alam sehingga tidak akan menimbulkan bencana atau kerugian lainnya.
Pemerintah, ucapkan, akan mengatur strategi untuk menata Puncak Darajat. Pihaknya akan memikirkan cara kawasan lindung dapat menjadi kawasan pendorong ekonomi warga dan berdampak pada kehidupan sosial warga.
"Pemanfaatan panas bumi di Puncak Darajat berkembang pesat. Kami harus integrasikan kebijakan dengan tata ruangnya. Penataan tidak bisa sekaligus, tahun 2014 kita mulai tata Puncak Darajat," ucapnya.
Mengenai pembangunan infrastruktur di Puncak Darajat, ujarnya, Pemerintah Kabupaten Garut memiliki dua solusi. Pilihan pertama, pihaknya akan mencontoh pola TWA Tangkuban Parahu di Lembang. Dengan cara ini, kendaraan besar tidak bisa naik ke puncak. Kendaraan seperti bus diparkir di ujung bawah Jalan Pasirwangi. Wisatawan akan menggunakan mobil untuk sampai puncak.
Pilihan kedua, Pemerintah Kabupaten Garut akan melebarkan Jalan Pasirwangi. Pelebaran jalan akan disesuaikan dengan masterplan penataan kawasan Puncak Darajat. Proses pembangunan jalan, ucapnya, akan meminta bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Kita akan kembangkan ekowisata sesuai kaidah konservasi alam. 2014, akan dirumuskan perencanaan pembangunan terpadu dan sarana bidang transportasi," ucapnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut, Yati Rohayati, mengatakan pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi di Kecamatan Pasirwangi tumbuh dengan sendirinya.
"Sampai sekarang belum dituangkan dalam aturan. Kita akan segera buat regulasinya. Kita pun tidak mungkin menghabisi objek-objek yang sudah ada ini," ujar Yati.
Ke depannya, kata Yati, pembangunan di Puncak Darajat akan menggunakan bahan-bahan bangunan ramah lingkungan. Bangunan hotel atau restoran, ucapnya, harus dibangun semi permanen sehingga daerah resapan air tidak akan terganggu.
26.2.13


Kampung Sampireun, Mewahnya 'Perkampungan Sunda' di Garut
Kampung Sampireun adalah sebuah resor bernuansa Sunda di Garut, Jawa Barat. Tempat ini jadi salah satu destinasi favorit untuk honeymoon karena atmosfer yang masih alami berbalut fasilitas-fasilitas mewah.
Kampung Sampireun berjarak tempuh sekitar 5 jam dari Jakarta. Lokasinya di Jl Raya Semarang Kamojang, Kampung Sukakarya, Desa Ciparay, Garut, Jawa Barat. Ada setidaknya 22 bungalow yang masing-masing dilengkapi perahu. Wisatawan yang menginap bisa menikmati nuansa Situ Sampireun yang dihuni ribuan ikan mas.


9.1.13
Air Panas Darajat, Magnet Wisata Garut
TEMPO.CO, Bandung
-Jalan meliuk dan mananjak itu berakhir di ketinggian hampir 1.000
meter diatas permukaan laut. Pandangan mata langsung tertuju pada
warna-warni wahana wisata air panas diantara perkebunan sayuran yang
menghampar luas. Agak ke sebelah barat tampak pipa-pipa besar dan
instalasi energi panas bumi milik PT Chevron.
Tujuh tahun lalu, kawasan Gunung Darajat dengan kawahnya di sekitar Desa Karya Mekar dan Padawaas di Kecamatan Pasirwangi, Garut, Jawa Barat, hanyalah hamparan perkebunan sayur, kentang, dan instalasi geothermal yang berbatasan dengan cagar alam Gunung Papandayan.
Dinamika daerah pegunungan penghasil sayur tersebut berubah drastis, dimana para petani dan tuan tanah kaya mulai menemukan sumber air panas di lahan miliknya dan akhirnya membangun wisata air panas berserta vila dan penginapan.
Dalam tempo lima tahun, destinasi wisata air panas di Garut yang tadinya terpusat di Cipanas mulai terbagi ke Darajat. Ribuan wisatawan memadati kawasan dataran tinggi tersebut setiap libur panjang atau hari besar.
Tapi, jangan harap mendapat kamar untuk menginap dengan mudah saat libur panjang. Sebab, kawasan Darajat kini selalu ramai dipadati pengunjung. Seperti yang dialami Hendra, wisatawan asal Bandung yang datang bersama keluarganya pada, 3 Januari lalu. “Sudah tiga kali turun naik antara Darajat Pass sampai Darajat Indah, ga ada kamar penginapan atau vila yang kosong satupun, " kata Hendra.
Hal serupa dialami Jufrizal yang datang ke kawasan wisata Darajat bersama keluarganya. Karena tak mendapatkan kamar penginapan, rumah penduduk pun disewanya. Dia memilih rumah panggung milik warga di depan Darajat Indah Water Park. Tarif sewa rumah itu lumayan tinggi, f Rp 500.000 per malam. Tarifnya tak jauh beda dengan kamar hotel atau vila di sana.
“Kalau tidak booking dari jauh-jauh hari, sulit dapat kamar atau vila. Tapi penduduk di sini selalu siap menyewakan rumahnya untuk para wisatawan," kata Adjat, seorang tukang ojek motor sekaligus calo kamar hotel yang biasa mangkal di gerbang PT Chevron.
Hal serupa diungkapkan Rianti, resepsionis sekaligus penjaga tiket di Darajat Indah Water Park. “Tiga vila yang diatas itu sudah dipesan orang, mereka dari Jakarta semua. Nah kamar dan vila lainnya sudah terisi semua,” katanya.
Darajat Indah Water Park memiliki sekitar 15 kamar dan vila, dengan dua kolam air panas yang juga terbuka bagi umum dengan tiket Rp 10.000 per orang.
Kini, Darajat dengan kolam air panasnya menjadi magnet yang bisa membuat Anda betah berlama-lama, kendati kabut tipis mulai menyelimuti seluruh area perkampungan di sore hari. Bahkan tak sedikit, wisatawan yang menghabiskan waktunya untuk berendam air panas hingga tengah malam.
Pamor Darajat yang terus meroket membuat sejumlah wahana wisata dan resort baru mulai dibangun. Bahkan geliat pembangunan vila dan penginapan terlihat di sana.
Pemda Garut harus memiliki konsep tata ruang yang baik agar pengembangan kawasan wisata di atas tanah milik para petani kaya itu tidak mengganggu keseimbangan dan kelestarian flora dan fauna di kawasan lindung hutan Gunung Papandayan.
Tujuh tahun lalu, kawasan Gunung Darajat dengan kawahnya di sekitar Desa Karya Mekar dan Padawaas di Kecamatan Pasirwangi, Garut, Jawa Barat, hanyalah hamparan perkebunan sayur, kentang, dan instalasi geothermal yang berbatasan dengan cagar alam Gunung Papandayan.
Dinamika daerah pegunungan penghasil sayur tersebut berubah drastis, dimana para petani dan tuan tanah kaya mulai menemukan sumber air panas di lahan miliknya dan akhirnya membangun wisata air panas berserta vila dan penginapan.
Dalam tempo lima tahun, destinasi wisata air panas di Garut yang tadinya terpusat di Cipanas mulai terbagi ke Darajat. Ribuan wisatawan memadati kawasan dataran tinggi tersebut setiap libur panjang atau hari besar.
Tapi, jangan harap mendapat kamar untuk menginap dengan mudah saat libur panjang. Sebab, kawasan Darajat kini selalu ramai dipadati pengunjung. Seperti yang dialami Hendra, wisatawan asal Bandung yang datang bersama keluarganya pada, 3 Januari lalu. “Sudah tiga kali turun naik antara Darajat Pass sampai Darajat Indah, ga ada kamar penginapan atau vila yang kosong satupun, " kata Hendra.
Hal serupa dialami Jufrizal yang datang ke kawasan wisata Darajat bersama keluarganya. Karena tak mendapatkan kamar penginapan, rumah penduduk pun disewanya. Dia memilih rumah panggung milik warga di depan Darajat Indah Water Park. Tarif sewa rumah itu lumayan tinggi, f Rp 500.000 per malam. Tarifnya tak jauh beda dengan kamar hotel atau vila di sana.
“Kalau tidak booking dari jauh-jauh hari, sulit dapat kamar atau vila. Tapi penduduk di sini selalu siap menyewakan rumahnya untuk para wisatawan," kata Adjat, seorang tukang ojek motor sekaligus calo kamar hotel yang biasa mangkal di gerbang PT Chevron.
Hal serupa diungkapkan Rianti, resepsionis sekaligus penjaga tiket di Darajat Indah Water Park. “Tiga vila yang diatas itu sudah dipesan orang, mereka dari Jakarta semua. Nah kamar dan vila lainnya sudah terisi semua,” katanya.
Darajat Indah Water Park memiliki sekitar 15 kamar dan vila, dengan dua kolam air panas yang juga terbuka bagi umum dengan tiket Rp 10.000 per orang.
Kini, Darajat dengan kolam air panasnya menjadi magnet yang bisa membuat Anda betah berlama-lama, kendati kabut tipis mulai menyelimuti seluruh area perkampungan di sore hari. Bahkan tak sedikit, wisatawan yang menghabiskan waktunya untuk berendam air panas hingga tengah malam.
Pamor Darajat yang terus meroket membuat sejumlah wahana wisata dan resort baru mulai dibangun. Bahkan geliat pembangunan vila dan penginapan terlihat di sana.
Pemda Garut harus memiliki konsep tata ruang yang baik agar pengembangan kawasan wisata di atas tanah milik para petani kaya itu tidak mengganggu keseimbangan dan kelestarian flora dan fauna di kawasan lindung hutan Gunung Papandayan.
23.1.12
Kawah Kamojang adalah kawasan cagar alam dan wisata di ketinggian sekitar 1.730 meter di atas permukaan laut di punggung Gunung Guntur. Di sini dapat ditemukan fumarol, kawah lumpur, danau panas, dan asap yang muncul dari rekahan tanah. Ia digolongkan sebagai gunung tipe strato dan terakhir meletus di zaman Plistosen.
Kawah Kamojang
Kawah Kamojang adalah kawasan cagar alam dan wisata di ketinggian sekitar 1.730 meter di atas permukaan laut di punggung Gunung Guntur. Di sini dapat ditemukan fumarol, kawah lumpur, danau panas, dan asap yang muncul dari rekahan tanah. Ia digolongkan sebagai gunung tipe strato dan terakhir meletus di zaman Plistosen.
Kawasan wisata Kamojang terletak hanya sekitar 40 kilometer di selatan Kota Bandung. Dari Kota Bandung, jalur yang bisa ditempuh adalah melalui Rancaekek, kemudian ke Kecamatan Majalaya. Dari Kecamatan Majalaya inilah Anda bisa bertanya mana jalan yang menuju Kamojang. Karena jalan di sekitar pusat kecamatan ini memang cukup ruwet, sebaiknya Anda bertanya setelah berada tak jauh dari alun-alun Majalaya.
Selain melalui Majalaya, Kawasan Kamojang juga dapat ditempuh dari arah Kota Garut. Jalan melalui Majalaya medannya cukup berat karena terus menanjak, dan mendekati Kamojang, jalannya berbelok-belok tajam sambil terus menanjak. Kendaraan bertenaga kuda kecil (1.000-1.300 cc) dengan jumlah penumpang banyak sebaiknya tak melewati jalur ini karena beberapa kali terjadi kendaraan yang merosot mundur karena tak kuat menanjak.
Jika melalui Garut, untuk melihat keunikan kawah kamojang, jalan yang harus ditempuh lebih landai sehingga relatif bisa dilalui kendaraan kelas apa pun. Jarak dari Kota Garut ke Kamojang sekitar 25 kilometer.
Luas Taman Wisata Cagar Alam Kamojang sekitar 10 hektar, tetapi saat ini yang digunakan seluas 7,8 hektar. Di sini terdapat 23 kawah, dua di antaranya berbentuk danau dengan asap yang mengepul dari permukaan airnya.
Masuk ke kawasan Kamojang tidak mahal, cukup dengan membayar Rp 5.000,- per orang. Berbeda dengan kawah seperti pada, Kawah Kamojang sangat berbeda. Kawah di sini sebetulnya adalah goa-goa tempat semburan uap panas dari perut bumi. Dari kejauhan, nampak semburan uap itu seperti ada yang sedang membakar sesuatu. Pengalaman berjalan di antara semburan uap panas bumi itulah yang akan Anda temui di Kamojang. Mendebarkan, menegangkan, sekaligus mengkhawatirkan, karena bisa saja tiba-tiba perut Bumi di bawah kita bergolak lebih giat sehingga memuntahkan isinya lebih banyak di permukaan.
Pada awal memasuki kawasan kawah kamojang, pemandangan yang tak biasa akan anda temui yaitu banyak pipa-pipa besar yang berujung pada beberapa bangunan. Mereka adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dikelola oleh PT. Pertamina dan PT. Indonesia Power; dan disinilah untuk pertama kalinya, energi panas bumi dimanfaatkan (seperti yang diusulkan warga kebangsaan Belanda, JB Van Dijk pada tahun 1918) secara komersial (1983).
Jika menyusuri kawah kamojang lebih dalam lagi, maka anda menemui beberapa kawah lain misalnya kawah manuk, kawah kereta. Nama yang diberikan memiliki makna sendiri seperti kawah manuk yang dikarenakan beberapa lubang tersebut menghasilkan bunyi yang menyerupai suara burung manuk atau kawah kereta karena bunyinya seperti kereta (lebih mirip suara pesawat jet).
Kawah kereta adalah kawah yang paling menarik perhatian karena uap gas yang kerluar memiliki tekanan yang sangat luar biasa (2.5 bar). Disini anda akan bertemu dengan juru kunci yang bernama Koko. Pertama, ia meletakan botol aqua diatasnya lalu blung terpental seperti bola golf yang dipukul dengan keras-keras. Selanjutnya rokok (yang masih menyala) diletakan di atas lubang kawah tersebut. Hal menakutkan terlintas dalam pikiran yaitu meledak karena yang dimainkan adalah api, tapi yang terjadi adalah sumber gas seperti berpindah ke puntung rokoknya. Rasa tidak percaya dengan berjuta pertanyaan. Aksinya belum berakhir, Koko mengambil sebuah batang pohon kemudian mengarahkan arah gas tersebut. Ingin mencoba tapi tiada keberanian karena segalanya masih tak masuk logika.
Melanjutkan perjalanan dengan pendakian, kemudian melihat bebatuan yang disusun seperti kayu untuk api unggun. Disinilah, tempat untuk mandi sauna dengan kondisi alam terbuka yang disebut dengan kawah hujan. Koko sang juru kunci berkata mandi sauna di tempat ini dapat membantu menyembuhkan penyakit seperti stroke,jantung, influensa, kulit, rematik dan tekanan darah tinggi. Ketika melihat-lihat bebatuan tersebut, tiba-tiba uap keluar semakin besar (± 120 derajat celcius), kencang dan panas.
Jika ingin menikmati malam di tengah rimbunnya hutan sekitar kawah Kamojang, di sana hanya tersedia satu cottage berkamar satu, bertarif Rp 150.000 per malam. Namun, di sini Anda harus memasak makanan sendiri karena tak ada tempat makan yang buka pada malam hari. Kelompok-kelompok petualang muda bisa berkemah di Taman Wisata Kamojang.
Selain kawah-kawahnya yang mengagumkan, di sekitar Kamojang juga banyak satwa langka yang bisa dijumpai kalau Anda beruntung. Di cagar alam ini, berdasarkan hasil penelitian, masih ada macan tutul, trenggiling, surili, lutung, ayam hutan, monyet, dan beraneka jenis burung. Jadi, bawalah teropong jika Anda ingin melihat satwa itu lebih dekat.
23.1.12
Lingkungan Fisik dan Daya Tarik
Salah satu objek wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi di Kabupaten Garut adalah Kawah Papandayan yang kira‐kira letaknya 28 KM sebelah barat daya dari Kota Garut. Gunung tersebut merupakan gunung berapi yang masih aktif, rekor pertama meletus pada bulan Agustus 1772, ketika itu memuntahkan berkubik‐kubik material beberapa kilometer ke udara, dengan menelan korban sebanyak 3000 orang dan menimbun 40 desa disekitar gunung berapi tersebut. Tinggi Gunung Papandayan yaitu 2.665 dpl.
Menelusuri Kawah Papandayan yang masih aktif merupakan suatu pengalaman yang sangat luarbiasa. Kawah mas merupakan salah satu kawah ditengah kubah dengan lebar kurang lebih 150 meter. Kawah tersebut bergemuruh seperti mesin Jet. Memerlukan waktu sekitar 20 menit berjalan kaki untuk menuju ke tengah‐tengah kawah dari area parker. Jumlah Kawah Papandayan ada 14 buah, setiap kawah mengeluarkan asap yang berbeda‐beda, ada yang berwarna putih, ada juga yang berwarna emas.
Dari puncaknya kita bisa melihat pemandangan yang indah yaitu kepulan asap belerang yang keluar dari mulut kawah. Disekitar kawah udaranya cukup panas, untuk itulah bawa topi dan pelindung sinar matahari, bila anda pergi ke lokasi tersebut. Keindahan Kawah Papandayan yang dapat dinikmati dari dekat serta keindahan hamparan bunga Eidelweiss (anaphalis javanica). Dengan suasana sejuk alam pegunungan. Untuk sementara orang bahwa air yang ada di sekitar kawah bisa dimanfaatkan untuk mengobati penyakit kulit yang mujarab.
Daya tarik wisata merupakan salah satu komponen produk wisata yang mempunyai nilai penting dalam menarik jumlah kunjungan wisatawan. Gunung Papandayan memiliki daya tarik wisata yang sangat menarik karena merupakan gunung berapi aktif yang keunikannya tidak dimiliki oleh tujuan sejenis di Kabupaten Garut. Beberapa kawah Gunung Papandayan dapat dilihat dari jarak yang sangat dekat dan tidak membahayakan pengunjung/wisatawan. Sangat berbeda dengan kawah lainnya di Jawa Barat kecuali Gunung Tangkuban Parahu, sehingga pengunjung mendapatkan pengalaman yang menarik dan memuaskan dalam memahami gejala alam yang berupa kegiatan vulkanis. Hal ini menempatkan posisi Gunung Papandayan sebagai pariwisata primadona Kabupaten Garut. Sebagai kawasan konservasi alam, Gunung Papandayan memiliki daya tarik pendukung dengan adanya cagar alam dan taman wisata alam yang memiliki variasi flora dan fauna termasuk yang langka seperti vegetasi Saninten dan Hewan Rusa, Elang Jawa, Lutung, dan Surili. Daya tarik lain yang dimiliki Gunung Papandayan adalah aktivitas wisata yang memiliki tingkat kesulitan yang sedang hingga menantang seperti melihat‐lihat pemandangan dan panorama alam pegunungan, kawah, hutan, dan flora‐fauna, fotografi, penelitian dan pendidikan di cagar alam, piknik dan berkemah di taman wisata alam, serta tracking, mendaki gunung.
Kondisi prasarana baik secara kualitas maupun kuantitas di Gunung Papandayan masih dikatakan cukup memadai. Kondisi kurang memadai pada aspek infrastruktur di tujuan wisata ini seperti kapasitas sumber daya listrik yang rendah (kurang dari 900 KWH) untuk memfasilitasi kawasan yang luas dan pendistribusiannya tidak ada. Kemudian jarak sumber air bersih yang relatif jauh dan belum ada takan baik dengan menggunakan septic tank. Pemanfaatan yang optimal untuk penyaluran air bersih ini. Adapun sistem pembuangan limbah baik padat dan cair dikatakan baik dengan menggunakan septic tank.
Aksesibilitas
Akses menuju Gunung Papandayan dapat dikategorikan sangat baik. Kondisi yang baik tersebut dikarenakan untuk mencapai kawasan Gunung Papandayan tersedia jalan akses yang memadai dengan kualitas baik dengan lebar lebih dari 5 m dan beraspal, serta adanya transportasi umum angkutan kota, angkutan tradisional dan ojek dengan frekuensi sering. Jarak kawasan Gunung Papandayan dari Ibu Kota Kecamatan termasuk dekat sekitar 9 KM dan 24 KM dari Ibu Kota Kabupaten dengan kondisi jalan raya baik dan memudahkan pencapaian bagi pengguna kendaraan pribadi maupun umum.
Kawah Papandayan
Lingkungan Fisik dan Daya TarikSalah satu objek wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi di Kabupaten Garut adalah Kawah Papandayan yang kira‐kira letaknya 28 KM sebelah barat daya dari Kota Garut. Gunung tersebut merupakan gunung berapi yang masih aktif, rekor pertama meletus pada bulan Agustus 1772, ketika itu memuntahkan berkubik‐kubik material beberapa kilometer ke udara, dengan menelan korban sebanyak 3000 orang dan menimbun 40 desa disekitar gunung berapi tersebut. Tinggi Gunung Papandayan yaitu 2.665 dpl.
Menelusuri Kawah Papandayan yang masih aktif merupakan suatu pengalaman yang sangat luarbiasa. Kawah mas merupakan salah satu kawah ditengah kubah dengan lebar kurang lebih 150 meter. Kawah tersebut bergemuruh seperti mesin Jet. Memerlukan waktu sekitar 20 menit berjalan kaki untuk menuju ke tengah‐tengah kawah dari area parker. Jumlah Kawah Papandayan ada 14 buah, setiap kawah mengeluarkan asap yang berbeda‐beda, ada yang berwarna putih, ada juga yang berwarna emas.
Dari puncaknya kita bisa melihat pemandangan yang indah yaitu kepulan asap belerang yang keluar dari mulut kawah. Disekitar kawah udaranya cukup panas, untuk itulah bawa topi dan pelindung sinar matahari, bila anda pergi ke lokasi tersebut. Keindahan Kawah Papandayan yang dapat dinikmati dari dekat serta keindahan hamparan bunga Eidelweiss (anaphalis javanica). Dengan suasana sejuk alam pegunungan. Untuk sementara orang bahwa air yang ada di sekitar kawah bisa dimanfaatkan untuk mengobati penyakit kulit yang mujarab.
Daya tarik wisata merupakan salah satu komponen produk wisata yang mempunyai nilai penting dalam menarik jumlah kunjungan wisatawan. Gunung Papandayan memiliki daya tarik wisata yang sangat menarik karena merupakan gunung berapi aktif yang keunikannya tidak dimiliki oleh tujuan sejenis di Kabupaten Garut. Beberapa kawah Gunung Papandayan dapat dilihat dari jarak yang sangat dekat dan tidak membahayakan pengunjung/wisatawan. Sangat berbeda dengan kawah lainnya di Jawa Barat kecuali Gunung Tangkuban Parahu, sehingga pengunjung mendapatkan pengalaman yang menarik dan memuaskan dalam memahami gejala alam yang berupa kegiatan vulkanis. Hal ini menempatkan posisi Gunung Papandayan sebagai pariwisata primadona Kabupaten Garut. Sebagai kawasan konservasi alam, Gunung Papandayan memiliki daya tarik pendukung dengan adanya cagar alam dan taman wisata alam yang memiliki variasi flora dan fauna termasuk yang langka seperti vegetasi Saninten dan Hewan Rusa, Elang Jawa, Lutung, dan Surili. Daya tarik lain yang dimiliki Gunung Papandayan adalah aktivitas wisata yang memiliki tingkat kesulitan yang sedang hingga menantang seperti melihat‐lihat pemandangan dan panorama alam pegunungan, kawah, hutan, dan flora‐fauna, fotografi, penelitian dan pendidikan di cagar alam, piknik dan berkemah di taman wisata alam, serta tracking, mendaki gunung.
Sarana dan Prasarana
Sarana/fasilitas wisata dapat dikatakan cukup memadai, dikarenakan tujuan wisata Gunung Papandayan merupakan kawasan konservasi, sehingga pembangunan fasilitas wisata pun terbatas. Namun demikian dalam suatu kawasan konservasi masih diperbolehkan adanya fasilitas wisata pada zona tertentu dengan jenis kegiatan tertentu. Di Gunung Papandayan peletakan fasilitas wisata sudah pada zona penyangga dengan jenis seperti kios/warung makan, tempat parkir, shelter, pos penjaga, toilet dengan kualitas yang cukup.
Sarana/fasilitas wisata dapat dikatakan cukup memadai, dikarenakan tujuan wisata Gunung Papandayan merupakan kawasan konservasi, sehingga pembangunan fasilitas wisata pun terbatas. Namun demikian dalam suatu kawasan konservasi masih diperbolehkan adanya fasilitas wisata pada zona tertentu dengan jenis kegiatan tertentu. Di Gunung Papandayan peletakan fasilitas wisata sudah pada zona penyangga dengan jenis seperti kios/warung makan, tempat parkir, shelter, pos penjaga, toilet dengan kualitas yang cukup.
Kondisi prasarana baik secara kualitas maupun kuantitas di Gunung Papandayan masih dikatakan cukup memadai. Kondisi kurang memadai pada aspek infrastruktur di tujuan wisata ini seperti kapasitas sumber daya listrik yang rendah (kurang dari 900 KWH) untuk memfasilitasi kawasan yang luas dan pendistribusiannya tidak ada. Kemudian jarak sumber air bersih yang relatif jauh dan belum ada takan baik dengan menggunakan septic tank. Pemanfaatan yang optimal untuk penyaluran air bersih ini. Adapun sistem pembuangan limbah baik padat dan cair dikatakan baik dengan menggunakan septic tank.
Aksesibilitas
Akses menuju Gunung Papandayan dapat dikategorikan sangat baik. Kondisi yang baik tersebut dikarenakan untuk mencapai kawasan Gunung Papandayan tersedia jalan akses yang memadai dengan kualitas baik dengan lebar lebih dari 5 m dan beraspal, serta adanya transportasi umum angkutan kota, angkutan tradisional dan ojek dengan frekuensi sering. Jarak kawasan Gunung Papandayan dari Ibu Kota Kecamatan termasuk dekat sekitar 9 KM dan 24 KM dari Ibu Kota Kabupaten dengan kondisi jalan raya baik dan memudahkan pencapaian bagi pengguna kendaraan pribadi maupun umum.
23.1.12
Curug Neglasari
rasanya jarang orang ataupun para wisatawan yang mampir sejenak menengok dari dekat Curug Neglasari ini. Curug ini terletak di tengah perjalanan antara Garut Kota ke arah selatan menuju Pameungpeuk, Jawa Barat.
Panorama keindahan Curug Neglasari ini terletak pada lokasi, perkebunan teh serta udara yang sejuk. Dari arah Garut kurang lebih menghabiskan waktu 3 jam, ketika memasuki daerah Neglasari setelah Gunung Gelap. Gunung Gelap sendiri adalah hutan yang masih alami walaupun sudah ada banyak daerah-daerah pemukiman tetapi sangat lebat pepohonannya.
Dalam cerita orang sekitar, Gunung Gelap dinamai seperti nama peristiwa alam yang terjadi, gelap dalam bahasa sudan berarti kilat atau petir. Gunung Gelap sewaktu pembuatan jalan terjadi petir yang dahsyat sampai bisa melemparkan pekerja ke atas pohon. Di luar benar atau salah, saya terima saja kisah itu.
Balik lagi ke Curug Neglasari, curug ini tidak pernah menyusut airnya. Sekalipun kemarau tetap saja ada air yang mengalir di curug tersebut. Yang membedakannya hanya volume air. Sangat kontras jika sedang musim hujan dan musim kemarau.
Saya mengunjungi Curug Neglasari ini ketika hujan, dari kejauhan saja airnya sangat besar. Yang terlewatkan, demikianlah saya menyebutnya hanya karena sering dikagumi tetapi jarang dikunjungi. Dikagumi oleh para pengendara yang lewat Neglasari menuju Pameungpeuk atau dari arah sebaliknya menuju Garut.
23.1.12
Curug Citiis terletak di dengan luas 30 m2 dan berada pada ketinggian 1000 m di atas permukaan laut. Konfigurasi umum lahan pada umumnya berbukit-bukit dengan tingkat kemiringan yang agak curam, dan stabilitas tanah yang sedang. Penyinaran matahari rata-rata di kawasan ini dapat dibilang sedang karena masih terdapat banyak pohon yang rindang. Pada musim kemarau debit air Curug Citiis berkurang. Kualitas lingkungan cukup baik dengan tingkat sanitasi yang baik dan bentang alam yang cukup indah.
Sumber air curug berasal dari Gunung Guntur yang mempunyai dua buah mata air, yaitu mata air panas yang mengalir ke daerah Cipanas, dan mata air dingin yang mengalir ke aliran curug Citiis. Aktivitas yang dapat dilakukan antara lain hiking, trekking, menikmati pemandangan, camping dan fotografi.
Konon curug ini merupakan tempat bertemunya para raja dari seluruh pulau Jawa. Nama Curug Citiis ini sendiri berasal dari kata citiis yang berarti air dingin karena menurut penduduk sekitar suhu air dari air terjun ini paling dingin sewilayah Garut.
Lokasi: Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong, Kabupaten Garut Jawa Barat
Arah: Jarak dari ibukota Kecamatan Tarogong sekitar 10 km, dan dari Garut Kota 15 km. Jarak terminal terdekat dari perkampungan terdekat yaitu Kampung Dukuh yang berada di kaki Gunung Guntur sekitar 5 km.
Untuk menuju ke objek ini, pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi hingga kaki Gunung Guntur, serta angkutan tradisional dari Cipanas ataupun dari Garut Kota berupa delman dengan biaya Rp. 3.000 ataupun menggunakan ojeg dengan biaya Rp. 5.000.
Curug Citiis
Curug Citiis terletak di dengan luas 30 m2 dan berada pada ketinggian 1000 m di atas permukaan laut. Konfigurasi umum lahan pada umumnya berbukit-bukit dengan tingkat kemiringan yang agak curam, dan stabilitas tanah yang sedang. Penyinaran matahari rata-rata di kawasan ini dapat dibilang sedang karena masih terdapat banyak pohon yang rindang. Pada musim kemarau debit air Curug Citiis berkurang. Kualitas lingkungan cukup baik dengan tingkat sanitasi yang baik dan bentang alam yang cukup indah. Sumber air curug berasal dari Gunung Guntur yang mempunyai dua buah mata air, yaitu mata air panas yang mengalir ke daerah Cipanas, dan mata air dingin yang mengalir ke aliran curug Citiis. Aktivitas yang dapat dilakukan antara lain hiking, trekking, menikmati pemandangan, camping dan fotografi.
Konon curug ini merupakan tempat bertemunya para raja dari seluruh pulau Jawa. Nama Curug Citiis ini sendiri berasal dari kata citiis yang berarti air dingin karena menurut penduduk sekitar suhu air dari air terjun ini paling dingin sewilayah Garut.
Lokasi: Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong, Kabupaten Garut Jawa Barat
Arah: Jarak dari ibukota Kecamatan Tarogong sekitar 10 km, dan dari Garut Kota 15 km. Jarak terminal terdekat dari perkampungan terdekat yaitu Kampung Dukuh yang berada di kaki Gunung Guntur sekitar 5 km.
Untuk menuju ke objek ini, pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi hingga kaki Gunung Guntur, serta angkutan tradisional dari Cipanas ataupun dari Garut Kota berupa delman dengan biaya Rp. 3.000 ataupun menggunakan ojeg dengan biaya Rp. 5.000.
23.1.12
Curug Orok merupakan jenis ODTW alam yang terletak di desa Cikandang, kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.
Curug Orok
Curug Orok merupakan jenis ODTW alam yang terletak di desa Cikandang, kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.
Asal mula air tejun ini dinamakan Curug Orok karena menurut cerita masyarakat setempat pada tahun 1968 ada seorang wanita muda yang membuang bayinya dari puncak air terjun, sehingga air terjun tersebut dinamakan Curug Orok. Kalau dilihat dari beentuknya curug ini mempunyai 2 curug, dimana yang besar melambangkan keberadaan ibu si bayi dan yang kecil melambangkan bayi tersebut.
Curug orok dengan ketinggian 45 meter ini sudah menjadi Objek Dan Daya Tarik Wisata (ODTW) sejak 21 April 1996. Curug Orok itu sendiri dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara dan dimiliki oleh PT. Perkebunan Papandayan. Waktu operasi dari ODTW Curug Orok ini mulai dari pukul 09.00-16.30. Batas administrasi ODTW ini Sebagai berikut :
Utara : Gunung Papandayan
Selatan : Gunung Geder
Barat : Desa Cikandang
Timur : Kecamatan Pamulihan
Jarak kawasan ini dari Ibukota kecamatan Cikajang 5 Km, sedangkan dari Ibukota Kabupaten Garut 31 Km. Curug Orok sendiri berada di ketinggian 250 M diatas permukaan laut dengan konfigurasi umum lahan berbukit karena letaknya di kaki gunung Papandayan dan tingkat kemiringan lahannya landai dan curam Tingkat stabilitas dan daya serap tanah di kawsan ini baik dan tingkat abrasi yang rendah. Jenis material tanahnya yaitu berupa tanah liat yang berbatu dan kerikil. urug Orok memiliki air yang jernih, bau air normal dan temperatur yang dingin. Terdapat pengaruh musim dimana pada saat musim kemarau debit airnya lebih sedikit.lora dominant di sekitar Curug Orok adalah pohon pinus, papaya dan tumbuhan liar lainnya.Sedangkan fauna yang terdapat di kawasan yaitu monyet dan ular. Kualitas dan visabilitas lingkungan di kawasan ini tergolong baik walaupun terdapat sedikit pencamaran sampah dan vandalisme di bebatuan yang disebabkan oleh pengunjung. Terdapat pula papan penunjuk jalan dan sedikit rambu iklan. Sumber daya listrik di kawasan berasal dari PLN dengan 220 volt. Sumber air bersihnya berasal dari air terjun itu sendiri yang debitnya tidak terbatas dan kualitas airnya yang jernih, rasanya tawar dan baunya normal. Sistem pembuangan limbah di Curug Orok yaitu melalui septic tank dan sistem irigasi dalam kondisi yang baik. Sedangkan sistem komunikasi di kawasan ini yaitu berupa handy talkie dengan jumlah 6 buah dalam kondisi yang cukup. Di dalam kawasan ini terdapat beberapa kios makanan dan souvenir, yang menjual kerajinan tangan dan alat-alat rumah tangga. Terdapat tempat parkir dengan luas 500 m2 dengan daya tampung 10 bus, 20 mobil dan 50 motor. Terdapat pula sebuah pintu masuk dalam kondisi yang cukup baik. Didalam kawasan juga terdapat 2 buah toilet yang sekaligus berfungsi sebagai ruang ganti dan sebuah tempat bilas yang kondisi bangunannya kurang baik. Di kawasan Curug Orok juga terdapat sebuah shelter. Di kawasan ini juga terdapat fasilitas keamanan berupa pos jaga yang juga berfungsi sebagai pos tiket. Jalan akses yang tersedia dikawasan ini yaitu jalan raya sepanjang 700 m dengan lebar jalan 3-5 m,jalan desa sepanjang200 m, dan jalan setapak berupa tangga yang panjangnya 200 m. Wisatawan yang berkunjung ke ODTW Curug Orok ini berasal dari Garut, Bandung, Bogor dan Jakarta.
Selatan : Gunung Geder
Barat : Desa Cikandang
Timur : Kecamatan Pamulihan
Jarak kawasan ini dari Ibukota kecamatan Cikajang 5 Km, sedangkan dari Ibukota Kabupaten Garut 31 Km. Curug Orok sendiri berada di ketinggian 250 M diatas permukaan laut dengan konfigurasi umum lahan berbukit karena letaknya di kaki gunung Papandayan dan tingkat kemiringan lahannya landai dan curam Tingkat stabilitas dan daya serap tanah di kawsan ini baik dan tingkat abrasi yang rendah. Jenis material tanahnya yaitu berupa tanah liat yang berbatu dan kerikil. urug Orok memiliki air yang jernih, bau air normal dan temperatur yang dingin. Terdapat pengaruh musim dimana pada saat musim kemarau debit airnya lebih sedikit.lora dominant di sekitar Curug Orok adalah pohon pinus, papaya dan tumbuhan liar lainnya.Sedangkan fauna yang terdapat di kawasan yaitu monyet dan ular. Kualitas dan visabilitas lingkungan di kawasan ini tergolong baik walaupun terdapat sedikit pencamaran sampah dan vandalisme di bebatuan yang disebabkan oleh pengunjung. Terdapat pula papan penunjuk jalan dan sedikit rambu iklan. Sumber daya listrik di kawasan berasal dari PLN dengan 220 volt. Sumber air bersihnya berasal dari air terjun itu sendiri yang debitnya tidak terbatas dan kualitas airnya yang jernih, rasanya tawar dan baunya normal. Sistem pembuangan limbah di Curug Orok yaitu melalui septic tank dan sistem irigasi dalam kondisi yang baik. Sedangkan sistem komunikasi di kawasan ini yaitu berupa handy talkie dengan jumlah 6 buah dalam kondisi yang cukup. Di dalam kawasan ini terdapat beberapa kios makanan dan souvenir, yang menjual kerajinan tangan dan alat-alat rumah tangga. Terdapat tempat parkir dengan luas 500 m2 dengan daya tampung 10 bus, 20 mobil dan 50 motor. Terdapat pula sebuah pintu masuk dalam kondisi yang cukup baik. Didalam kawasan juga terdapat 2 buah toilet yang sekaligus berfungsi sebagai ruang ganti dan sebuah tempat bilas yang kondisi bangunannya kurang baik. Di kawasan Curug Orok juga terdapat sebuah shelter. Di kawasan ini juga terdapat fasilitas keamanan berupa pos jaga yang juga berfungsi sebagai pos tiket. Jalan akses yang tersedia dikawasan ini yaitu jalan raya sepanjang 700 m dengan lebar jalan 3-5 m,jalan desa sepanjang200 m, dan jalan setapak berupa tangga yang panjangnya 200 m. Wisatawan yang berkunjung ke ODTW Curug Orok ini berasal dari Garut, Bandung, Bogor dan Jakarta.
23.1.12
Danau kecil atau oleh penduduk lokal disebut dengan situ menjadi sebuah pembuka saat para pelancong menapakkan kakinya di Situ Cangkuang. Bentangan danau yang ditumbuhi ratusan bunga teratai liar memagari pulau seberang seolah membawa pelancong memasuki gerbang surga keindahan alam yang diciptakan oleh Tuhan, surga yang langsung bisa dinikmati oleh mata telanjang manusia. Belum lagi udara pagi dengan lapisan kabut tipisnya menyapu bibir kawasan tersebut seolah mengerti apa yang dicari oleh pelancong.
Situ Cangkuang
Danau kecil atau oleh penduduk lokal disebut dengan situ menjadi sebuah pembuka saat para pelancong menapakkan kakinya di Situ Cangkuang. Bentangan danau yang ditumbuhi ratusan bunga teratai liar memagari pulau seberang seolah membawa pelancong memasuki gerbang surga keindahan alam yang diciptakan oleh Tuhan, surga yang langsung bisa dinikmati oleh mata telanjang manusia. Belum lagi udara pagi dengan lapisan kabut tipisnya menyapu bibir kawasan tersebut seolah mengerti apa yang dicari oleh pelancong.
Situ Cangkuang terletak di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Berada di sebuah kawasan perbukitan kecil yang memiliki ketinggian 695-706 meter dpl serta berdiri di lembah seluas 16,5 ha yang berhawa sejuk. Situ yang di kelilingi gugusan gunung di empat penjuru mata anginnya seperti Gunung Mandalawangi, Gunung Kaledong, Gunung Halimun, Gunung Batara Guru, Gunung Guntur dan Gunung Cikuray menjadikan situ Cangkuang sebagai pemikat alam yang menawarkan keindahan yang luar biasa.
Mengunjungi Situ Cangkuang tidak hanya sekadar menikmati sajian alam yang menawan. Namun romantisme Hindu dan Islam yang pernah tergali dari situs candi yang ditemukan di tengah Situ Cangkuang. Candi bercorak Hindu ini ditemukan pada tahun 1966 oleh tim peneliti Harsoyo dan Uka Candrasasmita berdasarkan atas laporan yang ditulis Vorderman dalam buku notulen Bataviaasch Genootshap (terbit tahun 1893). Dalam tulisan tersebut disinggung tentang temuan sebuah arca (Hindu) di sekitar situ dan sebuah makam keramat yang yakini sebagai Embah Dalem Arif Muhammad yang sangat dihormati oleh penduduk setempat.
Candi Cangkuang seperti yang terlihat sekarang ini, sebetulnya adalah hasil rekayasa rekonstruksi yang diresmikan pada tahun 1978. Sebab bangunan aslinya hanya tinggal 35 persenan, sedangkan bentuk bangunan Candi Cangkuang yang asli sebenarnya belum diketahui. Nama Candi Cangkuang diambil dari nama desa dimana candi tersebut ditemukan. Sedangkan desa Cangkuang sendiri berasal dari nama pohon yang tumbuh subur di sekitar makam Embah Dalem Arif Muhammad, namanya pohon Cangkuang. Termasuk tanaman jenis pandan (Pandanus Furcatus), dahulu kala daunnya dapat dipergunakan untuk membuat tikar maupun untuk pembungkus gula aren.
Konon ceritanya Embah Dalem Arif Muhammad merupakan panglima perang dari kerajaan Mataram. Bersama prajuritnya mereka mencoba menyerang tentara VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) atau Perserikatan Perusahaan Hindia Timur di Batavia sekarang Jakarta. Namun mengalami kekalahan, oleh karenanya Embah Dalem Arif Muhammad bersama pengikutnya merasa malu untuk pulang ke kerajaan Mataram. Dalam perlariannya mereka akhirnya memutuskan untuk menetap di kawasan Cangkuang yang waktu itu penuh dengan pemeluk kepercayaan animisme dan Hindu.
Bersama pengikutnya, Embah Dalem Arif Muhammad kemudian menyebarkan agama Islam dengan arif dan bijaksana. Embah Dalem Arif Muhammad kemudian menikahi seorang puteri cantik jelita yang tinggal di kawasan tersebut, namun puteri tersebut meminta satu syarat yang harus dipenuhi oleh sang calon suaminya. Membuatkan sebuah danau yang mengelilingi desanya. Dengan kekuatan yang dimiliki Embah Dalem Arif Muhammad akhirnya bisa mewujudkan. Mereka kemudian menikah dan dikaruniai enam anak perempuan. Keenam anaknya inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya kampung adat Pulo. Pemukiman warga yang hanya terdiri dari enam rumah dan berada tepat di belakang Candi Cangkuang.
Untuk mencapai ke situs Cangkuang, para pelancong akan segera disambut dengan rakit-rakit bambu yang siap mengantarkan hingga ke pulau seberang. Dengan membayar Rp 3.000, para pelancong akan merasakan sensasi gelombang air danau sepanjang 500 meter. Kalau beruntung para pelancong bisa melihat aktivitas warga yang menjaring ikan. Dengan keahliannya, mereka hilir mudik di atas rakit sambil menebar jala. Sekitar 10 menitan Anda sudah mencapai pulau tersebut. Dengan membayar Rp 2000 untuk restribusi masuk ke situs Candi Cangkuang dan Kampung adat Pulo. Anda bisa menelusuri kembali romantisme yang dulu terbangun antara Islam-Hindu.
Desa Cangkuang terletak disebelah utara Kabupaten Garut masuk Kecamatan Leles, tepatnya 16 km dari Garut atau 54 km dari Bandung. Untuk mencapai situs Cangkuang dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat. Dari Jalan Raya Bandung - Tasikmalaya, lebih kurang 9 km meninggalkan Bandung, tidak jauh dari turunan Nagrek akan menemukan persimpangan menuju Kabupaten Garut atau jantung kota Garut.
Setibanya di alun-alun Kecamatan Leles, ada sebuah papan petunjuk yang jelas dan mengarahkan para pelancong ke lokasi situs Cangkuang. Masuk ke dalam sejauh kurang lebih 3 km, kendaraan roda empat atau angkutan umum masih bisa melewati jalan ini. Para pelancong juga bisa memilih angkutan ojek, delman (angkutan tradisional yang ditarik dengan kuda) atau berjalan selama 30 menit sembari menikmati jajaran gunung Gunung Mandalawangi dan Gunung Guntur yang menjulang tinggi. Tidak lama kemudian pelancong segera disambut dengan gapura yang tidak terlalu besar yang menandakan Selamat Datang di situ Cangkuang.
Nah tidak ada salahnya bagi para pelancong untuk menyisipkan kegiatan liburan kali ini dengan mencoba menerobos keindahan Garut, dengan mengunjungi situ Cangkuang yang eksotis serta melihat tinggalan sejarah yang unik dengan menelusuri kembali romantisme Hindu-Islam di Candi Cangkuang serta kampung adat Pulo yang hanya memiliki enam rumah
23.1.12
Ngamplang
Ngamplang adalah resort wisata peninggalan kolonial Belanda dengan nama sinatorium Ngamplang dan pernah dikunjungi oleh Charlie Chaplin, Ratu Belanda, Perdana mentri Perancis serta para pejabat lainya. Saat ini Ngamplang berfungsi sebagai Golf Course 9 Hole dengan latar depan Garut kota dan latar belakang Gunung Cikuray.
23.1.12
Terletak 6 Km dari Garut tepatnya di kaki Gunung Guntur yang sensual, Cipanas merupakan resort wisata utama di Garut dengan pemandian air panas belereng paling bening di Indonesia. Dengan fasilitas resort, hotel dan restaurant berbagai kelas, kolam renang, kamar rendam, serta aksesibilitas yang sangat mudah menjadikan Cipanas sebagai objek unggulan di Garut.
Cipanas
Terletak 6 Km dari Garut tepatnya di kaki Gunung Guntur yang sensual, Cipanas merupakan resort wisata utama di Garut dengan pemandian air panas belereng paling bening di Indonesia. Dengan fasilitas resort, hotel dan restaurant berbagai kelas, kolam renang, kamar rendam, serta aksesibilitas yang sangat mudah menjadikan Cipanas sebagai objek unggulan di Garut.
23.1.12
Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa Garut memiliki potensi wisata arung jeram yang sangat menantang dengan pemandangan yang sangat indah, tepatnya di dua sungai yaitu Cikandang dan Cimanuk.
Arung jerm sungai Cikandang & Cimanuk
Sungai Cikandang.
Merupakan sebuah sungai yang sangat menantang untuk diarungi, cocok untuk anda yang memiliki hasrat berpetualang tinggi. Berhulu di kaki Gunung Papandayan dan bermuara di laut selatan Jawa Barat tepatnya di daerah Cijayana, panjang pengarungan mencapai 28 Km dengan lebar sungai bervariasi antara 5 sampai 8 meter.
Selain kemiringan sungai yang curam sehingga menghasilkan jeram-jeram yang menantang, kelebihan sungai ini ialah kualitas alam termasuk kualitas airnya masih terjaga dengan baik serta debit air hampir tidak terpengaruh oleh musim, sehingga pengarungan sungai bisa dilakukan hampir di setiap saat.
Sungai Cimanuk.
Apabila sungai Cikandang dirasa terlalu berat, anda bisa mencoba sungai lain di Garut yaitu sungai Cimanuk. Lokasinya tidak begitu jauh dari kota, hanya sekitar 20 menit menuju tempat start. Walaupun panjang pengarungannya tidak sejauh sungai Cikandang (sekitar 7 s/d 15 Km untuk longtrip, dengan waktu tempuh 3 - 5 Jam), namun untuk jeram-jeram yang ada tidak kalah menantang dibandingkan sungai Cikandang.

















