Latest Post
6.2.15
Tidak Perlu Jauh-jauh ke Jakarta, KDI 2015 Gelar Audisi di Garut
JAKARTA, (PRLM).- Bagi Anda yang ada di Jogjakarta, Solo, Tasikmalaya dan Garut, berusia 17 tahun ke atas dan bisa bernyanyi dangdut bersiaplah untuk menjawab tantangan MNCTV dengan mengikuti audisi KDI 2015 di kota-kota tersebut. Akhir pekan ini audisi KDI 2015 akan digelar di Yogyakarta, Solo, Tasikmalaya dan Garut.
Sabtu, 7 Februari 2015 audisi KDI serentak diadakan di dua kota yakni Yogyakarta dan Tasikmalaya. Audisi KDI 2015 Yogyakarta digelar di XT Square Jln. Veteran Yogyakarta dan audisi KDI 2015 Tasikmalaya diadakan di Radio Tamala, Jln. RE Martadinata No. 2013 Tasikmalaya.
Sedangkan audisi di dua kota berikutnya yaitu Solo dan Garut akan diadakan pada hari Minggu, 8 Februari 2015. Audisi KDI 2015 Solo akan berlangsung di Amerello Hotel Singosaren Solo, Jln. Gatot Subroto No. 89-103 dan audisi Garut akan dihelat di Radio Antares, Jln. Merdeka 929 Garut.
Sama seperti di kota audisi lainnya, akan hadir bintang KDI di empat kota audisi. Syamsir KDI 2014 akan hadir di Yogyakarta, Frida KDI 4 di Solo, Dewie KDI 5 di Tasikmalaya dan Dien KDI 4 di Garut. Para alumni KDI yang kini telah menjadi bintang ini akan ikut menilai peserta audisi dan juga berbagi pengalaman dan cerita sukses mereka setelah mengikuti KDI.
Audisi KDI 2015 masih akan berlangsung di beberapa kota lainnya hingga awal Maret 2015. Setelah itu, MNCTV akan mengumumkan siapa saja peserta yang lolos dari audisi di 24 kota tersebut. Pengumuman peserta yang lolos dapat dilihat di tayangan DMD Show dan akan diumumkan juga di social media MNCTV
Label:
Musik
6.2.15
Harga Batu Hijau Garut Semakin Mahal Capai Ratusan Juta
Tak ada yang menyangka batu akik yang berasal dari bongkahan batu kotor ini bisa menjadi batu mulia yang harganya mencapai ratusan juta.
Bongkahan batu-batu besar hasil tambang batu dari Garut, Jawa Barat di Gunung Bungbulang, ternyata punya nilai lebih, setelah melalui berbagai proses pembentukan dan pemolesan.
Sekilas, bongkahan batu ini memang tak menarik. Namun, setelah dilakukan proses pembersihan, pemotongan, pembentukanhingga proses pemolesan, bongkahan batu tersebut berubah menjadi cantik dan bernilai jual tinggi.
Proses pembuatan batu cincin itu hanya memerlukan waktu 15 menit. Tahap pertama proses pembuatan, pada umumnya adalah pemotongan dan pembentukan diameter batu yang diinginkan.
Menggunakan pisau batu diamond wheel yang diputar dengan dinamo, para perajin batu bisa cepat membuat bentuk batu sesuai yang diinginkan. Pembuat harus hati-hati, karena pisau batu bisa saja memutuskan jari tangan, apabila pergelangan tangan terpeleset saat menproses batu.
Usai proses pemotongan dan pencetakan, perajin kemudian pindah ke mesin rakitan yang dilengkapi 5 diamond wheel khusus. Dari tahap penggosokan ini kemudian dilanjutkan dengan proses finishing yang dilakukan dengan cara manual. Para pembuat bisa menciptakan batu yang mengkilap dengan bentuk dan beragam.
Batu akik Garut yang memiliki harga hingga Rp200 juta itu, biasanya berwarna hijau asal Gunung Bungbulang. Para konsumen luar kota maupun luar negeri sangat memyukai batu ini.
Kini batu hijau Garut sudah mulai dipalsukan. Namun, para penggemar batu kini sudah mulai cerdas, mereka tahu bagaimana cara membedakan baru Garut asli dengan yang palsu.
Selain batu hijau, batu asal Garut ternyata banyak ragam jenisnya, seperti batu panca warna yang memiliki lima warna yang indah, batu hijau lumut yang tampak seperti lumut di dalam batu dan batu jenis batu lainnya.
Batu Garut dengan warna hijau khas yang tidak ada duanya ini juga dapat memancarkan cahaya terang, apabila disorot cahaya dari bawah cincinnya. Serat batu hijau yang tampak di dalam terlihat indah seolah awan yang terjebak di dalam batu.
Label:
Ekonomi,
Seputar Garut
6.2.15
Pembunuhan Berantai Gegerkan Garut
GARUT - Seorang kakek berusia 67 tahun berinisial DS diringkus polisi. Dia ditangkap karena telah menganiaya delapan perempuan, tiga diantaranya tewas.
Sedangkan tiga korban lain menderita luka-luka, dan dua korban masih dalam proses penyelidikan polisi. “Di lihat dari kasusnya, tersangka DS melakukan penganiayaan dan upaya pembunuhan terhadap seluruh korban. Cara penganiayaan pun sama, yaitu korban di tenggelamkan atau dibenamkan ke dalam air,” kata Kasat Reskrim Polres Garut AKP Dadang Garnadi kemarin.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh polisi, DS warga asal Kampung Cicadas Lebak, Desa Pasir Waru, Kecamatan Limbangan ini beraksi di enam lokasi berbeda sejak 2013. Tiga lokasi kejadian di antaranya berada di wilayah Kabupaten Garut. “Sementara TKP lainnya yaitu satu di wilayah hukum Polres Bandung, satu di Sumedang, dan satu di Cianjur,” ujar Kasat Reskrim.
Penyelidikan kasus tersebut, tutur Dadang, berawal dari penemuan mayat wanita tanpa identitas di sungai, wilayah Kecamatan Leles, Garut, beberapa waktu lalu. Kasus penemuan mayat tanpa identitas ini kemudian terungkap setelah salah seorang korban bernama Rina, warga Sumedang, ditemukan di lokasi yang sama dalam keadaan hidup pada Minggu 1 Februari 2015 lalu.
“Sebelumnya di lokasi sungai itu kami sempat menemukan mayat wanita tanpa identitas. Saat penyelidikan masih di lakukan, warga kembali menemukan korban berjenis kelamin wanita di tempat yang sama. Korban bernama Rina ini dalam keadaan hidup sehingga kami sempat memintai keterangan darinya. Dugaan kami bahwa pelakunya adalah orang sama yang membunuh mayat tak beridentitas sebelumnya pun menguat,” tutur Dadang.
Setelah mendapat informasi dari korban Rina tentang cirri-ciri dan identitas pelaku, polisi langsung memburu DS ke wilayah Kecamatan Limbangan. DS ditangkap petugas saat sedang mencuci motor. “Dia ditangkap pada Selasa 2 Februari 2015 tanpa perlawanan. Berdasarkan interogasi sementara, DS mengakui seluruh perbuatannya.
Mayat wanita tanpa identitas yang ditemukan sebelumnya itu pada akhirnya terungkap atas nama Acih, warga Limbangan, Garut. Yang mencengangkan, ternyata DS mengaku masih terdapat sejumlah korban lain baik meninggal dunia atau masih hidup,” ungkap dia.
Dadang menyebutkan, enam korban DS yang berhasil diidentifikasi adalah Acih warga Kecamatan Limbangan Garut, Rina warga Sumedang, Rosita Nurdiyanti warga Kecamatan Selaawi Garut, Neni warga Kecamatan Tarogong Kaler, Sopiah warga Bandung, dan Enok Mulyati warga Sumedang. Sedangkan dua korban lain masih dalam penyelidikan polisi.
“Korban DS yang meninggal adalah Acih, Rosita, dan Neni. Sedangkan tiga korban yang masih hidup adalah Rina, Sopiah, dan Enok. Sementara dua korban lain, masih dalam penyelidikan petugas dari Polres Sumedang,” kata Dadang.
Kuat dugaan, kata Dadang, masih banyak korban DS lain yang belum terungkap. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini DS telah mendekam di Mapolres Garut. “DS dijerat Pasal 365 ayat (1), ayat (2) ke 4E, dan ayat 3 KUH Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. DS juga diancam pasal berlapis karena telah merencanakan semua perbuatannya. Dia jelas telah merencanakan semuanya,” ujar Dadang.
Koleksi Barang Berharga Milik Korban
Kepada petugas, motif tersangka DS melakukan penganiayaan dan pembunuhan ada lah ingin menguasai harta para korban. Harta berupa perhiasan dan benda-benda diambil setelah tersangka yakin para korban tewas seusai dianiaya dan ditenggelamkan.
DS pun ternyata gemar mengoleksi barang-barang milik korbannya. Perilaku ganjil DS ini diketahui setelah polisi menggeledah rumahnya. “Barang-barang milik kedelapan korban ternyata dikoleksi di rumah tersangka. Saat kami geledah rumahnya, kami menemukan banyak barang yang terdiri dari tas, handphone, perhiasan, gelang perak, sampai foto salah satu korban,” kata Dadang.
Istri korban bernama Yani, 50, telah diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi. Dari pengakuan Yani kepada penyidik, DS mulai mengumpulkan barang-barang yang sebagian besar milik wanita sejak 2013 lalu. “Istrinya mengaku DS sudah mengoleksi benda-benda itu sejak 2013 lalu. Namun dia tidak tahu dari mana DS mendapat barang-barang tersebut,” ujar dia.
Dadang mengemukakan, salah seorang korban selamat, Sopiah menceritakan, dia mengenal tersangka DS yang mengaku sebagai duda yang sedang mencari jodoh untuk dinikahi. Kebetulan Sopiah berstatus janda. “Agar Sopiah tertarik, DS mengaku sebagai juragan atau bandar sapi. Hubungan keduanya pun berjalan lancar. Hingga pada suatu waktu, DS mengajak Sopiah untuk menemui orang tua DS untuk dikenalkan,” ungkap Dadang.
Karena akan bertemu dengan calon mertua, Sopiah mengenakan seluruh perhiasan miliknya. Namun ternyata DS bukan mengajak Sopiah ke orang tua DS, melainkan ke sebuah tempat sepi. “Di sana DS mengeksekusi Sopiah. Setelah merasa yakin Sopiah meninggal, DS melucuti perhiasan dan barang-barang berharga milik korban. Di luar sepengetahuan DS, ternyata Sopiah masih hidup. Kami berencana akan memeriksakan kondisi kejiwaan DS,” tutur Kasat Reskrim.
Sementara itu Kriminolog dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Yesmil Anwar menegaskan, bahwa perilaku kakek DS sudah menyimpang dan melakukan pembunuhan berantai. “Melihat dari motif, korban dan cara eksekusinya memang bisa dikatakan sebagai pembunuhan berantai. Ditambah ada perilaku menyimpang yaitu mengoleksi barang-barang milik korban,” kata Yesmil saat di hubungi KORAN SINDO tadi malam.
Dalam kejahatan biasa, ujar Yesmil, biasanya ada tiga motif pembunuhan, di antaranya kekuasaan, harta, dan sosial terutama masalah percintaan. Tetapi, ada motif lain yang melatarbelakangi perbuatan itu yakni, kelainan jiwa pelaku (psikopat).
Label:
Hukum dan Kriminalitas,
Seputar Garut
6.2.15
Sst. . ! Bakal Ada Tempat Wisata Baru di Gunung Papandayan
GARUT KOTA - Kawasan wisata alam baru di Gunung Papandayan segera dibangun dalam waktu dekat. Pengembangan pusat wisata alam baru ini melibatkan Perhutani, BKSDA, dan Pemerintah Kabupaten Garut.
Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan selama ini jumlah pengunjung dan pendaki ke Gunung Papandayan cukup tinggi. Angkanya meningkat drastis setelah jalan menuju kawasan puncak gunungnya diperbaiki tahun lalu.
"Papandayan sudah menjadi ikon wisata Garut. Kami kembangkan seiring dengan adanya investor. Kami akan arahkan pengembangan kawasan wisatanya sesuai peraturan," kata Bupati di Kantor Perhutani Garut, Kamis (5/2/2015).
6.2.15
Uang Kepala Desa Rancabango Digondol Maling
Tarogong Kidul - Tas berisi uang sebesar Rp 8 juta serta berkas-berkas desa hilang dibawa pencuri. Munir mengaku sengaja meninggalkan tas di dalam mobil karena merasa aman karena pintu mobil dalam keadaan terkunci.
Pencurian dengan cara memecah kaca mobil kembali menghantui Garut, Kamis (5/2/2015). Kali ini, yang menjadi korban adalah Pejabat Sementara Kepala Desa Rancabango di Kecamatan Tarogongkaler, Munir.
Mobil Yaris warna merah bernomor polisi Z 777 ER miliknya ini kacanya oleh pencuri saat ditinggalkan rapat di Kantor Kecamatan Tarogongkaler. Menurut Munir, peristiwa pembobolan tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 14.00.
Saat itu, kata Munir, mobilnya ditinggalkan terparkir tak jauh dari Kantor Kecamatan Tarogongkaler. Sedangkan, dia fokus mengikuti rapat persiapan lomba desa di aula kantor kecamatan.
"Saya baru tahu kalau kaca mobil saya ada yang memecahkan ketika saya mau pulang seusai rapat," ujar Munir.
Deden (52), seorang warga sekitar tempat kejadian mengaku tidak sempat melihat pencuri yang membobol kaca jendela mobil milik Munir. Padahal saat itu, situasi di sekitar tempat penyimpanan mobil di salah satu sudut Alun-alun Tarogong itu cukup ramai.
"Mungkin pelakunya sudah profesional sehingga sangat rapi dan tak menimbulkan kecurigaan warga. Padahal suasana di sekitar tempat kejadian selalu ramai," kata Deden.
Tak lama kemudian, sejumlah petugas dari Polsek Tarogong datang dan langsung melakukan olah TKP.
Sebelumnya, dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, aksi pencurian dengan modus pecah kaca ini sempat menghilang setelah dua pelaku pecah kaca tertembak hingga tewas oleh anggota Satreskrim Polres Garut di kawasan Muarasanding, Kecamatan Garut Kota.
Label:
Hukum dan Kriminalitas,
Seputar Garut
6.2.15
Rudy Gunawan Persilakan Para Pedagang Mengadu ke Presiden
GARUT - Bupati Garut Rudy Gunawanmempersilakan Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan (P3L) yang akan menemui Presiden RI Joko Widodo, untuk mengadukan sengketa revitalisasi Pasar Limbangan.
"Kalau mau diadukan kepada Presiden, silakan. Silakan tanya kepada Presiden bagaimana solusinya, mau dibuat seperti apa dan di mana dibangunnya. Dibuat sama Presiden mungkin akan lebih bagus," kata Bupati, Kamis (5/2/2015).
Bupati mempertanyakan nasib para pedagang jika P3L terus berupaya menghentikan proses pembangunan revitalisasi pasar tersebut. Sebab, katanya, sejak dulu lokasi pembangunan pasar tersebut awalnya sudah merupakan pasar, hanya direvitalisasi.
"Kalau disetop, pedagang kapan bisa jualannya. Berapa lama lagi harus dibangun. Mau dibuat di mana lagi pasarnya. Pembangunan revitalisasi pasar ini sudah kami lakukan sesuai peraturan," kata Bupati.
Sebelumnya, P3L berencana mengadu kepada Presiden karena merasa tidak ditanggapi Pemerintah Kabupaten Garut yang tidak mau menghentikan proses pembangunan pasar.
Mereka pun sudah menggugat secara hukum pada Pegadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung dan meminta dokumen lelang hingga ke persidangan Komisi Informasi Publik.
Label:
Peristiwa,
Seputar Garut
6.2.15
Lowongan Kerja PT.Surya Madistrindo Garut
Posisi :
1. Operation Management Talent (OMT)
2. Admin Staff (ADM)
3. Acounting Supervisor (ACC SPV)
PT.Surya Madistrindo adalah anak perusahaan paling utama dari PT.Gudang Garam, Tbk yang melakukan fungsi penjualan, disribusi dan aktivitas field marketing untuk seluruh produk PT.Gudang Garam,Tbk.ke seluruh wilayah di Indonesia
Persyaratan :
1. Pria/Wanita untuk (OMT) (ADM) (ACC SPV)
2. Usia Maksimal 30 tahun untuk (OMT) dan (ADM)
3. Pendidikan minimal Diploma 3 (D3)/Strata - 1 (S1) semua jurusan untuk (OMT) dan diutamakan Jurusan Akuntansi untuk (ADM) , pendidikan strata - 1(S1) Jurusan Akuntansi untuk (ACC SPV)
4. IPK minimal 2,75 untuk (OMT),(ADM), dan (ACC SPV)
5. Menyukai Pekerjaan Lapangan untuk (OMT)
6. Mampu mengoperasikan Komputer dan Program Ms.Office dengan Baik untuk (ADM)
7. Memiliki Pengalaman Minimal 3 tahun dibidang yang sama untuk (ACC SPV)
8. Bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia (OMT), (ADM), dan wilayah Jawa Barat untuk (ACC SPV)
Kirimkan Lamaran Anda melalui email :
Recruitment.ROBandung@sm.co.id
Tgl Dibuka : 04/02/2015 & Tgl Ditutup: -
1. Operation Management Talent (OMT)
2. Admin Staff (ADM)
3. Acounting Supervisor (ACC SPV)
PT.Surya Madistrindo adalah anak perusahaan paling utama dari PT.Gudang Garam, Tbk yang melakukan fungsi penjualan, disribusi dan aktivitas field marketing untuk seluruh produk PT.Gudang Garam,Tbk.ke seluruh wilayah di Indonesia
Persyaratan :
1. Pria/Wanita untuk (OMT) (ADM) (ACC SPV)
2. Usia Maksimal 30 tahun untuk (OMT) dan (ADM)
3. Pendidikan minimal Diploma 3 (D3)/Strata - 1 (S1) semua jurusan untuk (OMT) dan diutamakan Jurusan Akuntansi untuk (ADM) , pendidikan strata - 1(S1) Jurusan Akuntansi untuk (ACC SPV)
4. IPK minimal 2,75 untuk (OMT),(ADM), dan (ACC SPV)
5. Menyukai Pekerjaan Lapangan untuk (OMT)
6. Mampu mengoperasikan Komputer dan Program Ms.Office dengan Baik untuk (ADM)
7. Memiliki Pengalaman Minimal 3 tahun dibidang yang sama untuk (ACC SPV)
8. Bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia (OMT), (ADM), dan wilayah Jawa Barat untuk (ACC SPV)
Kirimkan Lamaran Anda melalui email :
Recruitment.ROBandung@sm.co.id
Tgl Dibuka : 04/02/2015 & Tgl Ditutup: -
6.2.15
Lowongan Pekerjaan Graha Pena Radar Garut
Posisi :
1. Repoter
2. Marketing Iklan
REPORTER
1. Pria/Wanita
2. Masih Single
3. Usia Max 26 tahun
4. Siap bekerja di lapangan
5. Siap bekerja dengan target
6. Pendidikan Min.S1/Semua Jurusan
7. Memiliki kendaraan sendiri + SIM C
8. Tinggal di Garut
MARKETING IKLAN
1. Pria/Wanita
2. Masih Single, usia Max 26 tahun
3. Siap bekerja di lapangan
4. Siap Bekerja dengan target
5. Pendidikan Min SMA/Sederajat
6. Memiliki kendaraan sendir i+ SIM C
Fasilitas
-Uang Makan pulsa transport
-Komisi, insentif
-Reward
Kirim lamaran segera ke :
GRAHA PENA RADAR GARUT
Jl. Raya Samarang No.31 Hampor Tarogong Garut
Tgl Dibuka : 02/02/2015 & Tgl Ditutup :
2. Marketing Iklan
REPORTER
1. Pria/Wanita
2. Masih Single
3. Usia Max 26 tahun
4. Siap bekerja di lapangan
5. Siap bekerja dengan target
6. Pendidikan Min.S1/Semua Jurusan
7. Memiliki kendaraan sendiri + SIM C
8. Tinggal di Garut
MARKETING IKLAN
1. Pria/Wanita
2. Masih Single, usia Max 26 tahun
3. Siap bekerja di lapangan
4. Siap Bekerja dengan target
5. Pendidikan Min SMA/Sederajat
6. Memiliki kendaraan sendir i+ SIM C
Fasilitas
-Uang Makan pulsa transport
-Komisi, insentif
-Reward
Kirim lamaran segera ke :
GRAHA PENA RADAR GARUT
Jl. Raya Samarang No.31 Hampor Tarogong Garut
Tgl Dibuka : 02/02/2015 & Tgl Ditutup :








