Latest Post
Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

DPRD Tunggu Surat Pemberhentian Bupati Garut

DPRD Kabupaten Garut menunggu surat keputusan ihwal pemberhentian Agus Hamdani sebagai Bupati Garut dari Kementerian Dalam Negeri. Secara otomatis, surat keputusan tersebut akan diterima bersama surat keputusan ihwal pengangkatan Rudy Gunawan dan Helmi Budiman sebagai Bupati dan Wakil Bupati Garut periode 2014-2019.
Ketua DPRD Kabupaten Garut, Ahmad Badjuri, mengatakan setelah menggelar rapat paripurna untuk mengusulkan pemberhentian Bupati Garut Agus Hamdani dan pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Garut terpilih Pemilukada Garut 2013, pada akhir Desember 2013, pihaknya mengirimkan surat hasil rapat paripurna tersebut kepada Kemendagri melalui Gubernur Jawa Barat.


"Diharapkan pada minggu ini surat keputusannya sudah keluar. Menurut informasi yang saya dengar, suratnya sudah ada di tangan Mendagri,” katanya, Jumat (10/1).
Jabatan Bupati Garut Agus Hamdani, menurut Bajuri, akan berakhir pada 23 Januari 2014. Sehingga, pihaknya berharap pelantikan bisa sesuai dengan jadwal. Bajuri mengatakan setelah surat keputusan pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati baru dari Mendagri keluar, DPRD Kabupaten Garut akan segera berkonsultasi dengan Gubernur untuk menentukan pelantyikan.
"Sedangkan tempat pelantikan sudah dipastikan akan dilaksanakan di Gedung DPRD Kabupaten Garut. Senin (13/1) kami akan berangkat ke Kemendagri untuk informasi atau kepastian mengenai kapan SK pengangkatan bupati terpilih bisa keluar," katanya. (*)

Agus Lebih Sering Bekerja di Pendopo

GARUT, TRIBUN - Bupati Garut, Agus Hamdani, semakin jarang terlihat, baik di kantornya, acara dinas, maupun pada tempat publik, setelah dinyatakan tidak terpilih kembali sebagai Bupati Garut periode 2014-2019. Agus lebih memilih bekerja di rumah dinasnya di Pendopo Garut.
Contohnya, Agus Hamdani tidak dapat menghadiri Sosialisasi Antisipasi Kasus Terosisme di Kabupaten Garut yang digelar Polres Garut di Aula Graha Mumun Surachman, Jumat (3/1). Kegiatan tersebut dihadiri seluruh Muspida Kabupaten Garut lainnya, di antaranya Kapolres Garut dan Dandim 0611 Garut. Namun kali ini lagi, Agus diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Garut.


Sebelumnya, Agus disibukkan dengan kegiatannya di Mahkamah Konstitusi dalam menuntut hasil Pemilukada Garut yang memenangkan Rudy Gunawan sebagai Bupati Garut selanjutnya pada Sesember 2013. Dapat dihitung, Agus menghadiri beberapa kegiatan, seperti pelantikan kepala SD dan TK beberapa hari lalu.
Sejak resmi dilantik oleh Gubernur Jawa Barat menggantikan Aceng Fikri menjadi Bupati Garut, 4 April 2013, Agus Hamdani memegang kuasa penuh sebagai Bupati Garut. Walaupun tidak terpilih kembali menjadi bupati Garut periode 2014-2019, Agus harus tetap melaksanakan tugasnya sampai 23 Januari 2014, setelah Rudy dilantik jadi Bupati Garut.
Kepala Bagian Informatika Kabupaten Garut, Basuki Eko, mengatakan jarang munculnya Agus Hamdani di ruang publik disebabkan kurangnya kegiatan dinas atau kenegaraan pada akhir dan awal tahun.
"Kebanyakan kegiatannya berupa teknis. Makanya, diwakilkan oleh Sekretaris Daerah, Asisten Daerah, atau Kepala Dinas. Tapi, beliau pun menghadiri sejumlah kegiatan yang tidak bisa diwakilkan, seperti pelantikan kepala SD dan TK beberapa waktu lalu," kata Basuki di Kantor Setda Kabupaten Garut, Selasa (7/1).
Selain itu, katanya, Agus Hamdani pun tetap melakukan tugasnya, baik di kantornya maupun pendopo. Selain penandatanganan surat kepemerintahan, katanya, tugas bupati lainnya pun dapat dilakukan di pendopo. (*)

Birokrasi Pemkab Garut akan dirombak

Sindonews.com – Bupati (Cabup) Garut terpilih, Rudy Gunawan, menyatakan akan merombak birokrasi di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut setelah dilantik nanti. 


Menurut Rudy, sejumlah posisi penting di birokrasi saat ini diduduki oleh sejumlah orang yang dinilai tidak kompeten.



“Saya rasa, selama ini birokrasi Pemkab Garut sebagiannya diisi atas dasar kedekatan. Bukan berdasarkan riwayat pekerjaan. Sesuai visi misi selama kampanye yaitu perubahan, saya ingin ke depan birokrasi Kabupaten Garut diisi oleh orang yang tepat. The right person in the right job,” kata Rudy saat dihubungi, Rabu (27/11/2013).



Rudy pun mengaku perombakan ini disebabkan pula oleh tidak sejalannya visi misi para petinggi di birokrasi dengan pemikirannya. Dengan demikian, dia memastikan akan ada evaluasi secara menyeluruh di tingkat pemerintahan daerah.
            
“Kita lihat dulu nanti seperti apa. Tentu harus ada evaluasi,” ujarnya.
            
Selain merombak birokrasi, hal lain yang akan dilakukan setelah ia dilantik menjadi Bupati Garut adalah melakukan konsolidasi di masyarakat. 
Menurutnya, perpecahan di masyarakat saat terjadi sebagai dampak dari Pilkada Garut sebelumnya yang diikuti oleh 10 pasangan calon.
            
“Masyarakat harus dipersatukan dalam sebuah konsolidasi. Jangan ada perpecahan dan upaya saling menjatuhkan. Kita harus membangun Garut secara bersama-sama. Jadi dua hal penting yang akan saya lakukan nanti adalah melakukan konsolidasi di kalangan birokrasi dan masyarakat,” urainya.
            
Mengenai pembangunan Kabupaten Garut dalam lima tahun ke depan, Rudy menyatakan akan fokus memperbaiki kesejahteraan ekonomi masyarakat miskin. Pasalnya, sudah bertahun-tahun Kabupaten Garut masih menyandang predikat daerah teringgal.
            
“Garut ini identik dengan kemiskinan. Kami akan bekerja keras untuk membuat masyarakat miskin tersenyum. Pembangunan yang akan dilakukan nanti, harus tepat sasaran dan menyentuh masyarakat. Sebenarnya rumusan pembangunan Kabupaten Garut itu instrumennya RAPBD 2014 yang telah disahkan. Tapi kita akan pelajari itu. Kita juga harus mencari celah lain pendapan daerah diluar DAU untuk mengoptimalkan pembangunan,” paparnya.
            
Terkait sejumlah pelaporan yang sebelumnya pernah dilaporkan pihaknya terhadap adanya pelanggaran dalam Pilkada Garut putaran kedua, dia menegaskan akan tetap mengawal setiap prosesnya. 



Beberapa pelanggaran yang pernah dilaporkannya beberapa waktu itu adalah adanya pembusukan karakter melalui black campaign (kampanye hitam) dan pengerahan PNS untuk mendukung salah satu pasangan calon.
            
“Proses yang sudah dilaporkan ke Panwaslu Garut akan terus kita kawal. Tidak akan berhenti meski pasangan kami sudah dinyatakan sebagai bupati terpilih,” katanya.
            
Pasangan Rudy Gunawan-Helmi Budiman akhirnya ditetapkan sebagai Bupati Garut terpilih oleh KPUD Kabupaten Garut dalam rapat pleno terbuka Selasa (26/11). Rudy-Helmi dinyatakan memenangi Pilkada Garut putaran kedua setelah unggul tipis dari pasangan incumbent Agus Hamdani Abdusy Syakur (AKUR), dengan selisih 6.395 suara atau sekira 0,62 persen.
            
Pasangan Rudy-Helmi memperoleh sebanyak 524.164 suara atau 50,31 persen. Sementara pasangan AKUR, hanya 517.769 suara atau 49,69 persen.
            
Pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih masa bakti 2014-2019 sendiri dijadwalkan pada 23 Januari 2014 mendatang. Pelantikan tersebut akan dilakukan melalui sidang parpurna DPRD Kabupaten Garut.

Kalah Tipis, Kubu "Akur" Gugat Hasil Pilkada Garut ke MK

GARUT, KOMPAS.com - Kalah tipis dalam perolehan suara Pilkada Garut, kubu pasangan nomor urut 5 Agus Hamdani-Abdusy Syakur (Akur) akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Kubu Akur juga akan melakukan uji materi terhadap proses rekapitulasi suara KPU ke Mahkamah Agung (MA) karena dinilai cacat hukum. 


"Saya akan ke MK dan uji materi di MA. Akan gugat (hasil pilkada). Hari ini juga akan berangkat dengan sebelas pengacara," kata Ade Wahidin, saksi pasangan "Akur". Ade melakukan aksi walk out sebelum KPU membacakan berita acara rekapitulasi dan menetapkan calon bupati terpilih. Menurut Ade, aksi walk out dipicu pernyataan ketua KPU Garut, Aja Rowikarim yang memutuskan tidak akan menanggapi saran dan tanggapan saksi. 



"Padahal sudah diatur dalam PKPU 16 kenapa tidak ditanggapi? Sebelum rekapitulasi, Panwas harus membeber dulu apa-apa saja yang dilaporkan oleh peserta dan sejauhmana tindak lanjutnya," terang Ade. 



Sejumlah kasus beserta bukti pelanggaran Pilkada oleh pasangan Rudi-Helmi, jelas Ade, sudah dilaporkan ke Panwaslu, namun sejauh ini belum ada tindak lanjut. "Di antaranya penggelembungan (suara), money politic dan sebagainya. Ini datanya sudah lengkap, sudah diterima oleh Panwas. Tidak ada tanggapan," katanya. 



Terkait hasil pleno rekapitulasi KPU yang menyatakan pasangan Rudi-Helmi unggul, Ade yakin pihaknya mempunyai data yang akurat ikhwal perhitungan suara itu. "Jujur saja. Data kami menyatakan hanya enam kecamatan (saja) C1 yang cocok dengan D2," pungkas Ade. 



Dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara, Selasa (26/11/2013) pasangan Rudi-Helmi unggul di 22 kecamatan, sementara pasangan Akur unggul di 20 kecamatan. Pasangan Rudi-Helmi menang tipis 0,62 persen atau selisih 6.395 suara dari pasangan Akur. 



Sementara itu, dari pantauan Kompas.com, arus lalu lintas di seputar simpang lima Garut berangsur normal. Polisi sudah membuka barikade kawat berduri di Jalan Patriot dan Jalan Pembangunan kembali lancar.

Dibuka Posko Kecurangan Pemilu Kada Garut

Metrotvnews.com, Garut: Tim Pemenangan pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Garut,Jawa Barat, Agus Hamdani-Syakur yang kalah suara dalam Pemilu Kada Garut putaran kedua membuka posko publik laporan pengaduan kecurangan seputar Pemilu Kada Kabupaten Garut.
"Posko yang dibuka setiap Sekretariat Anak Cabang PPP dan PKB itu disiapkan bagi masyarakat yang ingin mengadukan ihwal kecurangan Pilkada Garut 2013," kata Tim Ahli Pemenangan Pasangan Calon Bupati Garut yang kalah tersebut, Galih Fachrudin, Rabu (27/11).

Ia berharap masyarakat yang mengetahui atau menemukan langsung bentuk pelanggaran Pemilu Kada Garut putaran kedua agar segera melaporkannya ke Sekretariat PKB atau PPP terdekat.

Laporan warga itu, menurut dia, dapat menguatkan proses hukum gugatan Pemilu Kada Garut putaran kedua ke tiga insititusi yakni Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu.

"Kecurangan pemilu kada yang dilaporkan warga dapat menguatkan upaya kami dalam menempuh jalur hukum gugatan pemilu kada," kata Galih.
Selain mengumpulkan bukti kecurangan Pemilu Kada Garut dari masyarakat, kata Galih, timnya menyiapkan 10 pengacara untuk proses hukum gugatan hasil pemilu kada tersebut.

Menurut dia, berdasarkan data dan bukti yang menjadi bahan laporan ke tiga institusi tersebut dapat memenangkan Pemilu Kada Garut putaran kedua.
"Dengan kemenangan tipis ini kami yakin pasangan kami bisa memenangkan Pemilu Kada. Tentunya jika proses di MK ini dikabulkan," katanya.
Tim Pemenangan Pasangan Calon Bupati Garut Agus-Syakur itu melaporkan berbagai pelanggaran pemilu kada diantaranya adanya politik uang, penggelembungan suara, dan tidak seriusnya Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Garut dalam menindaklanjuti temuan pelanggaran.
Pihak yang akan dilaporkan yakni tim pemenangan pasangan Rudi Gunawan-Helmi Budiman Bupati/Wakil Bupati Garut terpilih, KPU Garut, dan Panwaslu Garut.
Sebelumnya rapat pleno KPU Garut, Selasa (26/11) menetapkan pasangan Rudi-Helmi meraih suara terbanyak 524.164 suara atau 50,31 persen, sedangkan pasangan Akur sebanyak 517.769 suara atau 49,69 persen. 

Polisi Siaga Kawal Bupati Garut Terpilih

Metrotvnews.com, Garut: Polisi Resor Garut masih bersiaga melakukan pengamanan sejumlah objek vital setelah penetapan Rudi Gunawan-Helmi Budiman sebagai Bupati/Wakil Bupati Garut terpilih periode 2014-2019.


"Pengamanan secara intensif masih terus dilakukan selama tiga hari kedepan pasca rapat penetapan bupati terpilih kemarin (Selasa)," kata Kepala Polres Garut AKBP Arif Rachman, Rabu (27/11).



Ia menuturkan pengamanan selama tiga hari itu masa pengajuan gugatan hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pemilu Kada) Garut ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pengamanan intensif, kata dia, akan dilanjutkan pada pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Garut terpilih yang akan diselenggarakan Januari 2014.



"Khusus Pemilu Kada Garut ini kami berusaha maksimal melakukan pengamanan, bukan hanya pasca-penetapan saja, tapi nanti saat pelantikan juga," katanya.



Ia menyebutkan objek vital yang mendapatkan pengamanan dari kepolisian yakni rumah Bupati/wakil Bupati Garut terpilih, rumah komisioner KPU Garut, dan kantor KPU.



Bahkan gudang penyimpanan surat suara atau logistik Pilkada Garut, kata dia, mendapatkan pengamanan polisi sampai proses hukum gugatan di MK selesai.



"Kami mengamankan kantor dan gudang KPU Garut ini bertujuan untuk menjaga bukti otentik berupa dokumen KPU yang mungkin akan dibutuhkan," kata Arif. 



Selama pengamanan Pemilu Kada Garut, Arif mengungkapkan berjalan lancar, tidak ada pihak yang mengganggu jalannya demokrasi di Garut.



Ia mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat terutama pendukung kandidat yang kalah dalam Pemilu Kada Garut dapat menjaga keamanan dan ketertiban di Garut.



"Termasuk pendukung pasangan pemenang diimbau tidak mengekspresikan kebahagiaannya dengan euforia berlebihan," katanya.



Sedangkan pasangan Rudi Gunawan-Helmi diusung Gerindra, PAN, PKS, PDI Perjuangan, Demokrat dan PBB memenangi Pemilu Kada Garut mengalahkan suara dari pasangan Agus Hamdani (bupati saat ini)-Syakur yang diusung PPP, Golkar, PKB, dan Hanura. 

Rudi Gunawan Jadi Bupati Garut Terpilih

GARUT, TRIBUN - Pasangan Rudy Gunawan - Helmi Budiman berhasil mengungguli pasangan calon bupati dan wakil bupati Garut lainnya, Agus Hamdani - Abdusy Syakur pada Pemilukada Garut 2013.

Dengan demikian, Rudy Gunawan - Helmi Budiman ditetapkan sebagai pemenang Pemilukada atau menjadi Bupati dan Wakil Bupati Garut periode 2014-2019 pada rapat penetapan calon terpilih.
Berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilukada Garut 2013 putaran kedua dari 42 kecamatan di Kabupaten Garut, Rudy Gunawan - Helmi Budiman mendapat 524.164 suara atau 50,11 persen. Sedangkan, pasangan Agus Hamdani - Abdusy Syakur mendapat 517.769 suara atau 49,69 persen.
Hasil rekapitulasi pada rapat pleno tersebut menyatakan dari 1.760.130 warga yang memiliki hak pilih, 1.041.933 suara di antaranya menggunakan hak pilih secara sah. Sedangkan, 29.500 suara yang diberikan dinyatakan tidak sah. Partisipasi pemilih mencapai 60.88 persen.

Polisi "Show Of Force" Jelang Pleno Rekapitulasi Pilkada Garut

GARUT, KOMPAS.com - Ribuan aparat kepolisian lengkap dengan kendaraan pengamanan massa, Minggu (24/11/2013) unjuk kekuatan dengan menggelar konvoi di sejumlah jalan protokol di Kota Garut.

Pamer kekuatan itu seolah sebagai jaminan dari polisi akan situasi dan kondisi yang aman khususnya selama pelaksanaan sidang pleno rekapitulasi penghitungan suara pilkada Garut putaran kedua pada Selasa mendatang.
"Kami tidak mau kecolongan. Apabila ada situasi yang berkembang, kami sudah siap dengan pasukan yang ada," kata Kapolres AKBP Arief Rahman, Minggu (24/11/2013) petang.

Situasi Garut, kata Kapolres, saat ini dinilai masih aman terkendali meski sempat adanya saling klaim kemenangan dari kedua kubu berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga survei.

"Sampai saat ini belum ada indikasi ke arah yang negatif. Tapi tujuan kami untuk memberikan rasa aman kepada masya garut dengan kehadiran kekuatan yang maksimal," jelas Kapolres.

Kapolres menjelaskan pihaknya menyiapkan 21 satuan setingkat kompi (SSK) atau sekitar 2.500 personil guna mengamankan jalannya rapat pleno rekapitulasi suara pilkada Garut putaran kedua Selasa mendatang. Ribuan perugas keamaman tersebut merupakan gabungan aparat dari Brimob Polda Jabar, Polres Garut, Polres Tasikmalaya, dan Polres Ciamis.

"Tentunya lengkap dengan mobil Barier, mobil water canon, barakuda, damkar, mobil patroli, rantis, dan sepeda motor untuk pengurai masa," tambah Kapolres.
 
 

PPK SERAHKAN PEROLEHAN SUARA KE KPU GARUT

Antarajawabarat.com,23/11 - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 42 kecamatan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyerahkan hasil pleno penghitungan perolehan suara pemilihan kepala daerah putaran kedua ke Komisi Pemilihan Umum setempat, Jumat.

Divisi Teknis dan Humas, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut, Abdal, mengatakan hasil penghitungan suara tingkat kecamatan sudah selesai dilakukan, selanjutnya akan dilakukan penghitungan kembali oleh KPU melalui rapat pleno, 26 November 2013.

"Dua hari PPK menyelesaikan pleno di masing-masing kecamatan dan sekarang hasilnya sudah diterima KPU Garut," katanya.

Ia menuturkan, hasil penghitungan suara yang diserahkan PPK ke KPU Garut terdiri dari hasil rekap di tingkat TPS, PPS dan PPK.

Selanjutnya hasil rekap yang dilakukan PPK, kata Abdal, akan dibacakan kembali oleh masing-masing ketua PPK pada rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat KPU Garut.

"Nanti hasil yang diserahkan PPK akan dibacakan kembali oleh PPK untuk dihitung siapa pasangan calon yang meraih suara terbanyak," katanya.

Hasil rapat pleno KPU Garut, kata Abdal, menentukan salah satu dari dua pasangan calon bupati-wakil bupati Garut terpilih periode 2014-2019.

Ia berharap, pasangan calon bupati/wakil bupati Garut dapat menerima hasil keputusan Pilkada Garut putaran kedua tersebut.

"Kalau ada yang keberatan dari hasil Pilkada Garut ini dipersilahkan mengajukan gugatan ke MK, batas waktunya tiga hari setelah rapat pleno," katanya.

Sementara itu, proses penyerahan surat suara ke KPU Garut mendapatkan pengawalan ketat aparat kepolisian, bahkan kantor KPU Garut terus dilakukan penjagaan oleh polisi sejak pelaksanaan pemungutan suara, Minggu (17/11).

Polres Garut terus bersiaga melakukan pengamanan proses pelaksanaan Pilkada Garut mulai dari persiapan sampai rapat pleno hingga pelantikan bupati/wakil bupati Garut terpilih.

"Kami siap semaksimal mungkin mengamankan Pilkada Garut ini," kata Kepala Polres Garut, AKBP Arif Rachman.



Saling Klaim Menang, Pendukung Dua Cabup Garut Tegang

GARUT, KOMPAS.com - Pilkada Garut putaran kedua berbuntut klaim kemenangan kedua kubu yang bertarung atas dasar hitung cepat sejumlah lembaga survei. Namun, perayaan kemenangan dari pasangan nomor urut 8 Rudi Gunawan-Helmi Budiman dianggap terlalu masif sehingga memicu ketegangan dari kubu pasangan nomor 5 Agus Hamdani-Abdusy Syakur (Akur).

Ratusan pendukung "Akur", Selasa (19/11/2013) sore berkumpul di sekretriat PPP di Jalan Pembangunan Nomor 177 Garut untuk mendengarkan statemen calon mereka. "Berdasarkan penghitungan kita, insyaallah kita menang. Saya minta saudara jangan terprovokasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Yang menyatakan seolah-olah mereka menang dan kita kalah," kata Abdusy Syakur, melalui pengeras suara.

Pihak Akur memprotes pemasangan spanduk dan baliho ucapan selamat yang dipasang kubu Rudi di sejumlah tempat. Hal itu dirasakan oleh kubu Akur meresahkan masyarakat dan menggiring opini publik yang merugikan pihaknya.

"Kita seharusnya menunggu sampai tanggal 26. Kalau menang, alhamdulilah. Kalau dia (Rudi-Helim, red) yang menang, alhamdulilah. Tapi mereka pasang spanduk kemenangan dimana-mana, sehingga menimbulkan kemarahan pendukung kita. Karena quick count kita juga unggul," kata Agus Hamdani, di tempat yang sama.

Ratusan pendukung Akur datang dari sejumlah kecamatan dengan menumpang puluhan kendaraan roda empat dan roda dua. Puluhan anggota Dalmas Polres Garut tampak berjaga-jaga di sejumlah titik. Banyaknya massa dan polisi membuat suasana mencekam, terutama di Jalan Pembangunan dan Jalan Patriot.

Secara kebetulan di kedua jalan tersebut terdapat kantor partai pendukung dan sekretariat tim sukses kedua kubu yang hanya berjarak beberapa meter saja. Di Jalan Pembangunan terdapat sekretariat PKS yang selama ini menjadi pusat aktivitas kubu Rudi-Helmi. Tak jauh dari sekretariat PKS, juga berdiri sekretariat PPP Garut yang merupakan salah satu pengusung kubu Akur. Sementara di Jalan Patriot, baik kubu Akur maupun kubu Rudi-Helmi mempunyai sekretariat tim sukses yang sangat berdekatan.

Hingga Selasa malam, ratusan massa Akur yang terkonsentrasi di sekretariat PPP sudah membubarkan diri, dan arus lalu lintas kembali normal. Puluhan pasukan Dalmas pun ditarik dari sejumlah lokasi. 



Prabowo Dukung Pasangan Rudy-Helmi

JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mendukung penuh pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Garut, Rudy Gunawan-Helmi Budiman dalam pemungutan suara putaran II Pemilukada Garut pada 17 November 2013 mendatang.

Menurutnya, dukungan tersebut adalah bentuk kepeduliannya dalam menyiapkan pemimpin terbaik untuk ditawarkan kepada rakyat melalui mekanisme demokrasi.

"Saya kenal Pak Rudi sudah lama di HKTI. Saya komit dan yakin kepada Pak Rudi, bahwa dia adalah salah satu pemimpin yang terbaik untuk Kabupaten Garut dan bahkan bisa jadi kapasitasnya lebih dari itu di masa depan," kata Prabowo dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis (14/11/2013).

Dijelaskannya, jika pasangan tersebut menang dan terlibat korupsi dalam masa pemerintahannya, maka ia tidak akan segan-segan memimpin aksi demonstrasi untuk menurunkannya.

"Saya siap memimpin demo turunkan Rudi jika korupsi. Tapi saya yakin, dia tidak akan korupsi. Saya kenal dia sudah lama. Makanya saya yakin" tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo berharap kepada calonnya itu untuk menjadi pemimpin teladan di daerah dan tidak 'merampok' uang rakyat alias mengorupsi dana APBD. "Pesan saya hanya satu kepada mereka, kamu jangan maling, kamu jangan korupsi. Itu saja titipan saya," tegas Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus ini juga mengingatkan kepada keduanya untuk mewaspadai menit-menit akhir pada saat pemilihan digelar terkait adanya potensi serangan fajar yang bisa merubah perolehan suara mereka.

"Kalau kalian (masyarakat Garut) dikasih uang entah serangan serangan fajar, uang cendol, uang ngarit atau apalah istilahnya oleh calon tertentu terima saja. Tetapi jangan pernah merasa balas budi, itu uang kalian, itu uang rakyat. Lalu, pilihlah sesuai suara hatimu. Ingat, salah memilih kita akan merasakan lima tahun yang menyengsarakan," tuntasnya.

Saling Serang Timses Pilbup Garut Di Jejaring Sosial

Pertarungan pasangan Agus Hamdani-Abdusy Syakur Amin (Akur) dengan Rudy Gunawan-Helmi Budiman akan semakin memanas di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Garut putaran kedua mendatang.

Dua kubu pasangan Calon Bupati (Cabup) Garut terkuat ini pun mulai mempersiapkan strategi khusus agar bisa keluar sebagai pemenang.

Pasangan Agus Hamdani-Abdusy Syakur Amin misalnya, mereka berencana akan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk bisa berkonsolidasi dengan delapan pasangan cabup cawabup lain. Cabup Agus Hamdani mengatakan, dirinya sangat optimis dengan langkah tersebut.

Yang menarik untuk di simak adalah kedua timses yang bertarung d putaran kedua saling serang di jejaring sosial, berikut beberapa petikan komentar para timses di jejaring sisial:



Menarik memang, Garut yang notabene daerah tertinggal pemungutan suara pemilihan Bupati Garut, dinilai istimewa, karena mendapat "perlakuan" khusus dari pemerintah pusat. Perlakuan khusus itu adalah hadirnya tim dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dan KPU Pusat untuk memantau pemilihan orang nomor satu di Garut itu. "Pemungutan suara dipantau langsung tim dari Depkumham. Selain itu dijadwalkan juga ada (pemantau) dari Pemprov Jabar, KPU Jabar dan KPU Pusat". Hal yang menarik dari Pemilukada Garut, salah satunya adalah jumlah calon yang jauh di atas rata-rata pilkada kabupaten/kota di Indonesia dan para timses-nya yang membela mati-matian dengan menebar black campaign demi sejumlah uang dan jabatan yang telah di janjikan setelah mereka terpilih. [Luka Lama]


Rhoma Irama Cari Dukungan di Garut

NILAH.COM, Garut - Penyanyi dangdut Rhoma Irama berkampanye dalam tablig akbar yang dihadiri oleh ribuan warga di Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk menggalang dukungan agar bisa jadi calon presiden (capres) PKB pada Pemilu 2014.

Pria yang dijuluki Raja Dangdut itu mengisi acara tablig akbar di tiga tempat yakni lapangan Alun-Alun Garut pada Jumat (4/10/2013) malam, yang dilanjutkan dengan acara serupa di Lapangan Karangpawitan, dan Kadungora pada Sabtu (5/10/2013).

Rhoma, yang mengenakan busana putih dan selendang hijau, datang bersama ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, serta para calon anggota legislatif.

Di lapangan Karangpawitan, selain menyampaikan ceramah agama Rhoma menyampaikan kesiapannya menjadi calon presiden pada pemilihan presiden tahun depan.

Menurut dia, para ulama meyakinkan dia dan mendesak dia untuk maju mencalonkan diri menjadi presiden dalam pemilihan umum tahun depan. "Saya tidak berobsesi menjadi capres tapi ulama mendesak saya," katanya.

"Saya tanya, darimana tahu saya punya kemampuan, katanya saya ini seniman, pernah jadi politikus, ulama, dan punya visi misi dari lirik-lirik lagu," tambah dia.

Rhoma juga mengajak masyarakat Garut untuk membesarkan PKB dan memilih calon legislatif dari PKB. "Masyarakat Garut harus bisa membesarkan PKB, karena untuk bisa mencalonkan presiden, partai harus memiliki kursi 20% di DPR-RI," kata Rhoma.[ant]

Selasa (17/9), Pemenang Pilbup Garut Ditetapkan

INILAH.COM, Garut - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut menjadwalkan Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara Pilbup Garut 2013 digelar pada Selasa (17/9). Kegiatan tersebut sekaligus penetapan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Garut terpilih.
Pihak KPU sendiri sangat berhati-hati mengeluarkan pernyataan mengenai hasil penghitungan perolehan suara dan pemenang Pilbup Garut pasca-bermunculannya protes dari sejumlah kalangan baru-baru ini. Kendati berdasarkan hitungan cepat maupun hitungan ril sementara dilakukan KPU yang terlanjut beredar maupun di sejumlah institusi lain, hampir dipastikan Pilbup Garut berlangsung dua putaran.

Dua paslon berpeluang besar masuk putaran dua, yakni pasangan Rudi Gunawan-Helmi Budiman yang diusung PBB, Gerindra dan PKS dengan pasangan Agus Hamdani-Abdusy Syakur Amin yang diusung PPP dan PKB. Pihak KPU pun telah menyiapkan sejumlah persiapan, termasuk penyelenggaraan pemungutan suara Pilbup Garut 2013 putaran dua yang dijadwalkan pada 17 November mendatang. Beberapa partai pengusung dan paslon yang 'kalah' pun sudah mulai mengambil ancang-acang berkoalisi.

"Insya Allah, sesuai jadwal. Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara dan Penetapan Pemenang akan dilaksanakan Selasa (17/5) besok. Undangan ke sejumlah pihak sudah kita kirim," kata Sekretaris KPU Kabupaten Garut, Ayi Dudi Supriadi, dan Kepala Bagian Hukum, Dudung Zulkifli, Minggu (15/9).

Selain dihadiri 10 paslon peserta Pilbup Garut 2013, Rapat Pleno KPU pun rencananya dihadiri unsur Panwaslu Kabupaten Garut, PPK se-Kabupaten Garut, dan undangan lainnya.

Berkaitan dengan putaran dua Pilbup Garut, Ayi menegaskan pihak KPU siap melaksanakannya. Terlebih putaran kedua sudah diantisipasi sebelumnya, termasuk kebutuhan anggarannya.

"Untuk putaran dua, sudah dianggarkan Rp11 miliar. Kebutuhan logistik juga tidak ada persoalan. Sebab sudah satu paket dengan logistik pada putaran pertama. Tinggal addendum," ujar Ayi.

Dia menyebutkan, tidak akan ada perubahan nomor urut paslon pada putaran kedua, sekalipun yang lolos hanya dua paslon dengan suara terbanyak. Semisal, jika yang dipastikan lolos paslon nomor urut 8, dan paslon nomor urut 5 maka cetakan pada surat suara untuk pemungutan suara putaran kedua pun tetap paslon nomor 8, dan paslon nomor 5.

"Jadi, di putaran dua nanti, nomor urut pasangan tetap seperti putaran pertama," tandasnya.

Dia memastikan takkan ada perubahan Daftar Pemilih Tetap untuk Pilbup Garut putaran dua. Ayi berharap tidak terjadi sesuatu tak diharapkan menjelang penetapan pemenang Pilbup Garut hingga putaran kedua berlangsung sehingga Garut tetap aman dan kondusif.

DPT Pileg 2014 di Garut Sebanyak 1.775.580 Orang

INILAH.COM, Garut - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut menetapkan jumlah pengguna hak suara dan tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 sebanyak 1.775.580 orang. Mereka terdiri dari 902.370 laki-laki, dan 873.210 perempuan, tersebar di 42 kecamatan di 442 desa/kelurahan.

"Memang ada pertambahan jumlah DPT untuk Pileg 2014 sebanyak 15.450 orang, dibandingkan jumlah DPT pada Pilbup Garut 2013," kata Sekretaris KPU Kabupaten Garut, Ayi Dudi Supriadi, Minggu (15/9).

Jumlah warga Kabupaten Garut yang tercantum dalam DPT Pilbup Garut 2013 mencapai sebanyak 1.760.130 orang, terdiri atas sebanyak 894.297 laki-laki, dan sebanyak 865.833 perempuan.

Berdasarkan data tersebut, pemilih di Kabupaten Garut pada Pilbup Garut 2013 maupun Pileg 2014 didominasi pemilih laki-laki. Selain jumlah DPT, jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pileg pun bertambah menjadi 5.275 TPS, dibandingkan jumlah TPS pada Pilbup Garut 2013 sebanyak 4.064 TPS. Sehingga untuk Pileg, rata-rata TPS memiliki kapasitas sekitar 340 pemilih.

Sedangkan jumlah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) maupun Panitia Pemungutan Suara (PPS) masih sama dengan PPK maupun PPS di Pilbup Garut, yakni 42 PPK, dan 442 PPS.

"Soal banyak tidaknya jumlah TPS itu sebenarnya bergantung anggaran. Anggaran Pileg kan dari pusat sehingga jumlahnya lebih banyak, dan jangkauan untuk warga pun lebih luas, terutama di wilayah selatan. Sedangkan anggaran untuk Pilbup kan terbatas kemampuan daerah. Jadi jumlah TPS-nya pun terbatas," jelas Ayi.

Berkaitan dengan masa kampanye para calon anggota legislatif (caleg), Ayi menegaskan bila kampanye Pileg di Kabupaten Garut belum dimulai. Meski demikian, saat ini sudah mulai banyak caleg yang blusukan ke tengah masyarakat, dan memasang sejumlah atribut kampanye,

"Zona untuk arena kampanye caleg pun kita masih memintanya ke Pemerintah Daerah," tegasnya.

Ayi menilai para caleg yang blusukan ke daerah itu lebih kepada aktivitas pengenalan diri atau sosialisasi diri. Namun Ayi menghimbau, sebagai warga negara yang baik, para caleg yang hendak memasang alat peraga kampanye berupa baliho, atau spanduk sebaiknya mengikuti aturan yang ada.

"Sebagai warga negara yang baik, ya harus lapor ke Pemerintah Daerah, dan bayar pemasangan spanduk atau baliho sesuai ketentuan," tandasnya.

Sutiyoso: Caleg dari PKPI Harus Sinergi

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Sutiyoso menyatakan seluruh calon legislatif (caleg) tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota harus sinergi membagi wilayah untuk bisa meraup suara masyarakat banyak.
"Harus membangun sinergi, satu sama lain kenal, pada saat terjun ke daerah mereka bisa membagi wilayah," kata Sutiyoso usai temu kader PKPI tingkat Kota/Kabupaten Garut dan Tasikmalaya di aula Suminar, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Ahad (15/9).
Sutiyoso berharap caleg DPR-RI, Provinsi dan Kota/Kabupaten bisa bersama-sama saat memperkenalakn diri ke masyarakat pemilih. Ia mencontohkan sinergi yang perlu dilakukan para caleg yakni seperti pemasangan foto bersama caleg pusat hingga daerah dalam satu daerah pemilihan.
"Dalam pembiayaannya juga bersama-bersama dan merata sehingga terbangun sinergi," kata mantan gubernur Jakarta dua periode itu.
Selain itu, Sutiyoso menyarankan para caleg selalu menjalin komunikasi yang baik untuk mengatur strategi pencalonannya agar dapat dipilih masyarakat. Dia juga berharap gerakan para caleg bisa mengenalkan PKPI kepada masyarakat lebih luas sehingga mengetahui sosok ketua umumnya.
"Mensosialisasikan PKP Indonesia dan Bang Yos (Sutiyoso)," kata Letjen Purnawiran itu.
Strategi persiapan pencalonannya dalam pemilihan presiden 2014, kata Sutiyoso yakni dengan lebih mendekatkan diri kepada masyarakat.
Agar bisa mencalonkan menjadi presiden, kata Sutiyoso, pihaknya memfokuskan peraihan suara banyak dengan target mendapatkan 5 persen dalam pemilihan umum legislatif.
"Salah satu starategi, kan saya tidak beriklan, tidak?punya kemampuan untuk itu (beriklan) tapi berdialog dengan masyarakat makan bersama elemen-elemen masyarakat," kata Sutiyoso.

Dipantau Tim dari Pusat, Pilkada Garut Dinilai Istimewa

GARUT, KOMPAS.com - Pemungutan suara pemilihan Bupati Garut, Minggu (8/9/2013) dinilai istimewa, karena mendapat "perlakuan" khusus dari pemerintah pusat.

Perlakuan khusus itu adalah hadirnya tim dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dan KPU Pusat untuk memantau pemilihan orang nomor satu di Garut itu.

"Pemungutan suara dipantau langsung tim dari Depkumham. Selain itu dijadwalkan besok juga ada (pemantau) dari Pemprov Jabar, KPU Jabar dan KPU Pusat," kata Ketua KPUD Garut Aja Rowikarim, Sabtu (7/9/2013) malam.

Hal yang menarik dari Pemilukada Garut, lanjut Aja, salah satunya adalah jumlah calon yang jauh di atas rata-rata pilkada kabupaten/kota di Indonesia.

"Saya akui kompleksitas (masalah) yang kami hadapi di sini karena semangat orang yang mencalonkan melebihi normal. Ada 10 pasang calon ditetapkan dari 27 pasang bakal calon yang mendaftar," ujarnya.

Sementara itu, sepekan lalu ketua Komite Pemantau Korupsi Nasional (KONSTAN) Imam Hermanto mengatakan, tradisi suksesi kepemimpinan Garut yang dijatuhkan di tengah jalan diakui sebagai aib dan harus dihentikan.

"Sangat memalukan, kita dalam sepuluh tahun mengalami pergantian bupati sampai empat kali. Ada yang tersangkut korupsi, satu (bupati) lagi karena moralitasnya dipertanyakan. Untuk itu kita harus memilih calon yang benar," kata Imam yang juga tokoh masyarakat Garut ini.

Seperti telah diberitakan, pemilukada Garut yang akan digelar Minggu (8/9/2013) diikuti 10 pasang calon. Empat pasangan datang dari jalur independen, dan dua calon wakil Bupati datang dari kalangan artis, yakni Dedy Dores dan Aan Kusmaradian.

G2W: Hati-hati ada massa bayaran


Sindonews.com - Sekjen Garut Governance Watch (G2W) Agus Rustandi mengingatkan akan kemungkinan adanya massa bayaran dalam kampanye para calon Bupati (Cabup) dan calon Wakil Bupati (Cawabup) Garut. 

Menurutnya, kehadiran massa bayaran sudah menjadi sesuatu yang lumrah dalam agenda kampanye.

"Keberadaan massa bayaran sudah tidak aneh dalam setiap pilkada. Termasuk di Garut, kemungkinan adanya massa bayaran pasti terjadi," kata Agus, Jumat (23/8/2013).

Menurut Agus, dugaan adanya massa bayaran dapat terjadi mengingat para bakal calon bupati (Bacabup) Garut, banyak yang menggunakan KTP ganda di proses verifikasi KPUD beberapa waktu lalu. Saat itu, kata dia, banyak warga di beberapa pelosok daerah yang mengaku KTP dan namanya dicatut oleh pasangan calon.

"Kalau memobilisasi KTP bisa, masa iya memobilisasi orang agar turun ke jalan tidak bisa. Pasti semua bisa dilakukan asal ada uang. Saya rasa, tidak mungkin ada di zaman seperti sekarang ini, masyarakat secara sukarela turun ke jalan mendukung tanpa uang. Kalau bukan karena uang, pasti karena kedekatan atau kepentingan," bebernya.

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Garut sendiri setidaknya dijadwalkan memasuki kampanye terbuka pada Sabtu 24 Agustus hingga 3 September 2013 mendatang. Agenda debat publik pun rencananya akan digelar pada 4 September 2013, atau empat hari sebelum pemungutan suara di 8 September 2013 berlangsung.

Politik uang & bahan bangunan warnai Pilkada Garut?


Sindonews.com - Praktek money politic atau politik uang rupanya terjadi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Garut 2013. Tidak hanya uang, praktek untuk menarik simpati masyarakat pun terjadi dalam bentuk bahan bangunan.

Sekjen Garut Governance Watch (G2W) Agus Rustandi mengungkapkan, kedua praktek tersebut terjadi di beberapa daerah Garut Utara dan Garut Selatan. Membagi-bagikan uang, kata dia, sangat dominan terjadi di dua wilayah tersebut.

"Uang yang diberikan ke masyarakat tidak seberapa, hanya Rp25 ribu," kata Agus di Garut, Jumat (23/8/2013).

Di kawasan Garut Utara, sambung Agus, praktek seperti ini setidaknya terjadi di Kecamatan Malangbong. Sedangkan di Garut Selatan, money politik dilaporkan terjadi di Kecamatan Pameungpeuk.

"Pasangan calon, atau timsesnya (Tim Sukses) mendatangi masyarakat atau komunitas tertentu dalam rangka silaturahmi," ujarnya.

Sedangkan praktek menarik simpati dengan membagi-bagikan bahan bangunan, beber dia, terjadi di Kecamatan Malangbong. 

Bahan bangunan tersebut diberikan pasangan calon untuk membangun fasilitas umum seperti jalan desa, sarana wudu di mesjid, dan lain sebagainya.

"Parahnya lagi, semua praktek ini sebenarnya telah dilakukan sejak nomor urut pasangan calon ditetapkan pada 25 Juli 2013 lalu. Padahal, kampanye baru saja diperbolehkan sekarang," ungkapnya.

Agus menjelaskan, seluruh praktek tersebut didapat berkat informasi dan laporan masyarakat ke lembaganya. Menurut Agus, seluruh pasangan calon terlibat dalam semua praktek itu.

Bacakan visi misi, para cabup Garut prioritaskan pembangunan


Sindonews.com - Pembacaan visi misi ke-10 pasangan Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Garut berlangsung 200 menit. Estimasi waktu ini berdasarkan jatah waktu yang diberikan DPRD Kabupaten Garut selama 20 menit kepada masing-masing pasangan calon dalam penyampaian visi dan misinya.

Para cabup dan cawabup, menyampaikan langsung visi misinya kepada para anggota DPRD dan tamu undangan. Acara sendiri sebelumnya telah dimulai sekira pukul 10.30 WIB lalu.

Visi misi para Cabup dan Cawabup Garut ini memiliki kesamaan. Adapun kesamaan visi misi ke-10 pasangan ini adalah memprioritaskan pembangunan infrastruktur Kabupaten Garut hingga wilayah pelosok, memanfaatkan potensi daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik di bidang ekonomi, kesehatan dan pendidikan, mengalokasikan dana bantuan untuk desa, mengefektifkan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), hingga efisiensi pendayagunaan aparatur daerah.
            
Tidak sedikit, para pasangan cabup ini juga menjanjikan akan bekerja keras untuk kemajuan masyarakat Garut bila mereka terpilih. Pengalaman buruk mengenai kekurangharmonisan antara bupati dan wakil bupati seperti yang pernah terjadi pada pasangan Aceng HM Fikri dan Diky Chandra sebelumnya, juga disinggung dalam penyampaian visi misi mereka.
            
Setelah acara selesai, rencananya tim sukses para pasangan calon akan memasang sejumlah alat peraga seperti baliho, spanduk, poster, dan lainnya di beberapa titik. Meski demikian, para pasangan ini masih dilarang untuk melakukan kampanye langsung kepada masyarakat.
            
Dari informasi yang dihimpun dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Garut, kampanye kepada masyarakat secara langsung dijadwalkan akan berlangsung pada Jumat 23 Agustus 2013 hingga Selasa 3 September 2013 mendatang. Pada Rabu 4 September 2013 keesokan harinya, para pasangan cabup ini akan mengikuti prosesi selanjutnya, yaitu debat publik, sebelum memasuki masa tenang pada tanggal 5, 6 dan 7 September 2013. 
 
Copyright © 2011. GERBANG BERITA - All Rights Reserved